Main Menu

Hasan Aminuddin dan ‘Panglima Kiai’ Khofifah, Kandidat Kuat Ketua Tim Jokowi-Ma’ruf Amin

Mukhlison Sri Widodo
06-09-2018 15:34

Hasan Aminuddin (Dok. Pribadi/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Hingga saat ini, Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon Presiden-wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, belum diumumkan. Termasuk untuk tingkat daerah Jawa Timur. Untuk wilayah Jatim, muncul dua nama tokoh yang dinilai layak menakhodai Tim Pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. 

 

Yakni mantan Bupati Probolinggo dua periode Hasan Aminuddin dan Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya dan Pacet, Mojokerto KH Asep Saifuddin Chalim.

Dua nama ini diusulkan oleh Ketua Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Jatim, Adi Tirmidi. Liga Mahasiswa NasDem adalah salah satu sayap Partai NasDem, salah satu partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Adi, dua tokoh ini memiliki pengaruh yang cukup kuat dan bisa diterima semua kalangan di Jatim. "Dari segi pengalaman tidak diragukan untuk jadi Ketua Tim," kata Adi di Surabaya, Kamis (6/9).

Sebelumnya pada Selasa (4/9) malam lalu, rapat gabungan Partai Koalisi di Jatim memunculkan empat nama untuk menjadi Ketua Tim, yakni mantan Gubernur Jatim Imam Utomo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Dahlan Iskan, dan Gubernur Jatim Soekarwo.

Untuk nama yang terakhir, dimungkinkan tidak bisa karena masih menjabat sebagai kepala daerah aktif. Posisinya sebagai ketua DPD Demokrat Jatim, partai koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga, rupanya juga menjadi penghalang bagi Soekarwo.

Adi menjelaskan, Hasan Aminuddin punya rekam jejak panjang di politik. Dari ketua Ketua DPRD, Bupati Probolinggo dua periode, hingga sekarang sebagai anggota DPR RI dengan perolehan suara 10 besar nasional lintas partai politik pada pemilu 2014 lalu.

Dari jejak pengalaman itu, Adi meyakini bila Hasan Aminuddin menjadi Ketua Tim, akan semakin mondongkrak suara Jokowi-Ma'ruf di Jatim, khususnya untuk wilayah Tapal Kuda dan Madura.

"Pak Hasan ini pengaruhnya untuk wilayah Tapal Kuda masih sangat kuat, dan di Madura lebih bisa diterima," tandas mantan Ketua Umum PC PMII Sidoarjo ini.

Menurut Adi, Tapal Kuda dan Madura harus menjadi perhatian serius bila Jokowi-Ma'ruf ingin menang mutlak di Jatim. Sebab, untuk daerah Mataraman, itu sudah basis nasionalis yang bisa diprediksi akan menjadi lumbung suara Jokowi-Ma'ruf.

Sementara, sosok Kiai Asep Saifuddin Chalim, lanjut Adi, juga sangat layak dipertimbangkan. Sebab, Kiai Asep sudah teruji sebagai "Panglima" Kiai yang telah memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018 lalu.

"Ketokohan Kiai Asep diterima semua kalangan. Utamanya di kalangan Kiai dan Pondok Pesantren di Jatim," tegasnya.

Adi meyakini Kiai Asep mampu memasifkan dukungan di kalangan kiai, Pondok Pesantren, utamanya relawan Khofifah-Emil, untuk kemengan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jatim. 

Dalam kunjungan kerja ke Jatim, usai mengisi kuliah umum di Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, Jokowi bersilaturahmi ke Kiai Asep Saifuddin di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
06-09-2018 15:34