Main Menu

Progres 98 Nilai Dugaan Mahar Politik Sandiaga Harus Tuntas

Iwan Sutiawan
07-09-2018 01:35

Ilustrasi mahar politik.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengatakan meski Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan bahwa dugaan mahar politik Rp1 triliun dari Sandiaga Salahudin Uno kepada PKS dan PAN tidak terbukti, namun ini tetap harus dituntaskan.

 

Faisal di Jakarta, Kamis (6/9), mengatakan, Bawaslu menyatakan soal mahar politik Sandiaga itu tidak terbukti karena Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, selaku pihak yang kali pertama menyampaikannya tidak memenuhi panggilan Bawaslu.

Karena itu, lanjut Faisal, Andi Arief harus bertanggung jawab atas pernyataannya soal adanya mahar politik masing-masing Rp500 milyar kepada PKS dan PAN karena dia yang mengungkap soal mahar ini.

Menurut Faizal, saatnya pihak berwajib untuk mengambil alih kasus dugaan mahar politik yang bisa dikategorikan sebagai sogokan setelah diputuskan Bawaslu tanpa keterangan Andi Arief. Andi harus mempertanggungjawabkan pernyataannya soal mahar politik yang pernah dikemukakannya kepada publik.

"Andi Arief harus bertanggung jawab jika dalam penyelidikan dan penyidikan nantinya Sandiaga Uno tidak terbukti memberi PAN dan PKS mahar politik," kata Faizal.

Menurutnya, polisi harus segera memanggil Andi Arief untuk dimintai keterangan soal mahar politik ini agar tidak menimbulkan kegaduhan dan polemik di masyarakat.

"Kami meminta pihak kepolisian untuk segara mengambil langkah hukum terkait dengan tansaksi mahar Rp1 triliun dan menyelidiki sumber aliran dana tersebut," ujarnya.

Progres 98 juga akan menyampaikan persoalan ini kepada Komisi Informasi Publik (KIP) agar lembaga ini segera menggali informasi-informasi lebih lanjut tentang mahar politik tersebut.

Progres 98 juga meminta agar Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan keterangan resmi soal polemik mahar politik sejumlah Rp1 triliun yang sempat dituduhkan kadernya kepada Sandiaga, PKS, dan PAN.

"Diamnya Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dalam perkara mahar politik mengindikasikan suara keras Andi Arief atas restunya dan Demorat punya bukti kuat," kata Faizal.

Sementara Sandiaga beberapa waktu lalu telah membantah uang sejumlah Rp1 triliun itu merupakan mahar politik agar PKS dan PAN mau mengusungnya sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Capres Prabowo Subianto. "Sebetulnya kita bisa pastikan itu tidak betul [mahar] yang disampaikan," ujarnya.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
07-09-2018 01:35