Main Menu

Cerita Bos Inter Milan Ditunjuk Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin

Wem Fernandez
07-09-2018 19:08

Erick Thohir.(ANTARAnews/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Senin, 20 Agustus lalu, menjadi hari penting bagi pengusaha sukses asal Indonesia, Erick Thohir. Secara mengejutkan dia diminta oleh bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN). Tak berpikir lama, permintaan tersebut langsung di-iyakan Erick.

 

Malang melintang di dunia bisnis, tak berarti sosok Erick abai terhadap politik nasional. Melihat track record Jokowi dalam memimpin Indonesia bersama Jusuf Kalla, menjadi alasan utama jabatan seksi sebagai Ketua TKN diterima. Hingga pada Jumat, (7/9) petang tadi, Jokowi secara langsung meresmikan dirinya sebagai Ketua TKN.

"Apa yang saya dapat lihat dari Pak Joko Widodo adalah kekuatan beliau sebagai hati nurani rakyat dan kekuatan untuk membangun Indonesia. Itu jadi pilihan saya," kata Erick di Media Center TKN.

Erick mengakui, terlibat dalam politik praktis menjadi tantangan tersendiri, karena selama ini hanya bergelut dalam dunia bisnis. Saat ini dia tercatat sebagai pendiri dan Komisaris Utama Mahaka Group; perusahaan yang bergerak di bisnis media dan entertainment. Pada 2013 lalu, pria kelahiran 30 Mei 1970 ini resmi menjadi pemilik dan presiden klub sepakbola ternama di Italia, Inter Milan.

Dari kota Pizza, bisnis Erick dalam bidang olahraga juga bergerak ke Amerika Serikat. Klub sepakbola DC United dan Basket, Philadelphia 76ers, adalah dua klub yang dia miliki.

"Ini tantangan tapi sekaligus jadi amanah buat saya yang haru kita laksanakan sesuai visi misi dan tentu track record yang pernah ada di Pak Jokowi selama ini," ujarnya singkat.

Dalam politik, Erick juga tidak ingin memandang kubu Prabowo-Sandiaga sebagai lawan. Kontestasi Pilpres harus berlangsung secara sejuk dan bermartabat. Sama seperti dunia olahraga, jika Prabowo dan Jokowi mampu berpelukan saat Asian Games, "Saya juga pelukan dengan Pak Sandi di lapangan basket," ujarnya sambil tertawa.

Erick juga tak ingin mendeskripsikan strategi yang akan dipakai untuk meraup suara kaum milenial. Sebab, strategi membutuhkan pertemuan dan pembahasan yang jauh lebih intensif dengan semua tim pemenangan yang ada.

"Tapi yang pasti strategi kita akan persiapkan sesuai dengan visi misinya, bukan karena kita ingin bohongi rakyat atau mengklamufase rakyat ini yang kita janjikan," sambung Erick.


Reporter : Wem Fernandez 

Editor: Aries Kelana

 

Wem Fernandez
07-09-2018 19:08