Main Menu

Erick Thohir: Dari Media, Olahraga, Lalu Terjun Ke Politik

Aries Kelana
07-09-2018 21:05

Erick Thohir bersama KH Ma'ruf Amin (Dok. Tim kampanye pemenangan jokowi-ma'ruf / FT02)

Jakarta, Gatra.com - Siapa sangka Erick Thohir terjun ke politik dan langsung menjadi Ketua Tim Perintis Nasional calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakilnya Ma'ruf Amin? Hampir semua orang walaupun sebaliknya, Ma'ruf menyebut-nyebut namanya.

 

Nama Erick lebih pamor di dunia bisnis dan olahraga. Di dunia bisnis pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 itu terjun pertama di perusahaan periklanan Mahaka Media. Anak dari Teddy Thohir – yang merupakan salah satu pemilik PT Astra International kala itu -- sempat memiliki Koran Republika dan Harian Indonesia, setelah belajar banyak dari Jakob Oetama (pemilik Koran Kompas) dan Dahlan Iskan (Pemilik Jawa Pos).

Selain itu juga Mahaka juga menjadi pemilik majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sedangkan di stasiun televisi, Grup Mahaka punya saham di JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Itu di bidang bisnis. Ia juga terbilang sukses di olahraga. Penggemar olahraga basket ini pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) pada 2006-2010. Lalu ia merangkap ketua Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara dari 2006 hingga sekarang.

Kiprahnya terus melejit setelah suami Elizabeth Tjandra ini melanglang buana ke Amerika Serikat. Kesukaannya pada basket mendorong Erick untuk membeli salah satu klub bola basket di sana yang berkiprah di NBA: Philadelphia 76ers.

Di negeri Paman Sam, ia ganti haluan, ke sepakbola yang tidak begitu populer. Ia membeli klub DC United. Selanjutnya ia terbang ke Italia dan membeli 70% saham klub tenar Inter Milan, yang sebelumnya dikuasai Moratti. Kepemilikan saham mayoritasnya masih bertahan sampai sekarang.

Tak lama Disebut Erick dipanggil pulang oleh Jokowi pada 2015. Ayah 4 anak sebelumnya memimpin panitia Indonesia Asian Games Organizing Committe (Inasgoc) Asian Games 2018. Maklum, Jokowi tak mau ambil risiko. Dengan sisa waktu 3 tahun, Erick Perhatikan bekerja ekstra ketat.

Erick memang masuk dalam hal ini. Ia pernah memimpin kontingen Indonesia ke Olimpiade London 2012. Dan hal itu terbukti. Dalam perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus - 2 September 2018, berlangsung sukses dan aman serta mengundang pujian.

Keampuhannya menarik sponsor di acara tersebut juga. Atas prestasi kognitif yang mendorong Jokowi mengajak Erick terjun ke dunia politik. Semoga berhasil.


Aries Kelana

Aries Kelana
07-09-2018 21:05