Main Menu

Menakar Kelebihan dan Kekurangan Ketua Tim Pemenangan

Hidayat Adhiningrat P.
08-09-2018 10:25

Erick Thohir (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pemilihan Ketua tim pemenangan mencerminkan isu strategis dan target. Pemilihan Erick Thohir di kubu Jokowi-Ma’ruf Amin dan Djoko Santoso di kubu Prabowo-Sandi menggambarkan dengan jelas situasi dan fenomena apa yang sedang mereka butuhkan.

 

Hal tersebut dijabarkan oleh Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (8/9).

Erick Thohir, kata Pangi, dikenal sebagai pengusaha muda sukses yang disiapkan untuk mengimbangi Sandiaga Uno dan menambal sisi lemah Ma'ruf Amin pada segmen pemilih milenial. Erick dianggap sebagai sosok yang tak perlu diragukan lagi soal penguasaan masalah ekonomi dan penetrasi terhadap pemilih milenial.

"Erick Thohir sosok yang cukup mudah terkoneksi dengan pemilih milenial, cukup kreatif dan confidence," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, pemilihan nama Djoko Santoso di kubu Prabowo-Sandi juga menggambarkan dengan jelas akan fokus pada isu strategis bidang keamanan nasional.

"Beliau juga mantan panglima TNI, jenderal tempur lapangan, paham soal strategi dan peta lapangan (mapping)," kata Pangi.

Namun pemilihan dua nama ini juga masih menyisakan titik lemah. Nama Erick Thohir memang sudah malang-melintang di dunia usaha namun masih terbilang baru dalam urusan politik praktis.

"Politik tentu punya dunia dinamika sendiri yang berbeda secara diametral dengan dunia bisnis, sehingga ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Erick mengelola situasi ini," ucap Pangi.

Sementara itu, pemilihan nama Djoko Santoso juga punya beban tersendiri terutama di koalisi partai pendukung Prabowo-Sandi, sebab Djoko merupakan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Partai Gerindra, kata Pangi, harus bisa meyakinkan partai koalisi untuk menjelaskan situasi ini, di mana semua jabatan strategis mulai dari capres, cawapres, dan ketua tim pemenangan, semuanya disapu bersih kader Partai Gerindra.

"Dominasi Gerindra ini dikhawatirkan akan melemahkan loyalitas dan soliditas partai pengusung dalam memenangkan Prabowo-Sandi," katanya.


Reporter: Dara Purnama
Editor: Hidayat Adhiningrat P

 

Hidayat Adhiningrat P.
08-09-2018 10:25