Main Menu

Pelukan Sandi dan Erick Thohir Jadi Penyejuk Suhu Politik

Ervan
09-09-2018 14:04

Bambang Soesatyo.(ANTARAnews/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga Uno akhirnya terkabul saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR Bambang Soesatyo di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9) siang kemarin.

 

Erick dan Sandi sebenarnya bersahabat sejak kecil. Namun, kini keduanya dalam posisi berseberangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sandi saat ini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Sedangkan Erick dipercaya memimpin Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi - Ma’ruf) yang notabene adalah pesaing Sandiaga.

Adapun momen Erick dan Sandi bersalaman dan berpelukan berlangsung tak lama. Erick yang hendak meninggalkan rumah dinas ketua DPR berpapasan dengan Sandi yang baru saja tiba.

Keduanya lantas bersalaman, ngobrol sebentar dan berpelukan. Momen itu seolah menjawab harapan Erick yang saat menyampaikan pidato pertama sebagai ketua TKN Jokowi - Ma’ruf, Jumat (7/9) mengaku ingin berpelukan dengan Sandi.

Bambang Soesatyo yang rumah dinasnya menjadi lokasi momen bersejarah itu pun ikut bahagia. Menurutnya, momen Erick dan Sandi berpelukan itu bisa menjadi penyejuk di tengah meningkatnya suhu politik jelang pilpres tahun depan.

"Sudah seharusnya masing-masing kubu capres menunjukan kesejukan ke masyarakat. Sandiaga dan Erick sudah bersahabat lama. Keduanya juga memiliki latar belakang pengusaha. Saya yakin ini akan memperkecil perselisihan antara dua kubu yang bertarung dalam pilpres," papar Bambang.

Politikus Golkar itu juga meminta kepada Sandiaga dan Erick untuk menghindari penggunaan kampanye hitam. Sebab, kampanye hitam hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Bamsoet menegaskan, jabatan presiden sebagai sebuah amanah harus diraih dengan cara-cara bijaksana. Sebab, tujuan akhirnya demi kesejahteraan rakyat.

“Jangan gunakan kampanye hitam yang hanya akan mengorbankan persaudaraan antar anak bangsa. Mari bersama muliakan dan sejahterakan rakyat, karena sejatinya kedaulatan ada di tangan rakyat," ucap mantan ketua Komisi Hukum DPR itu.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Ervan
09-09-2018 14:04