Main Menu

TKN Jokowi-Ma’ruf Sebut Sikap Demokrat Sesuai Citra Partai

Wem Fernandez
10-09-2018 14:44

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Arsul Sani (ANTARA/Galih Pradipta/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Arsul Sani menilai, langkah Partai Demokrat yang memberikan kompensasi kepada kadernya karena memilih Jokowi-Ma’ruf sudah tepat. Keputusan ini sesuai dengan citra Demokrat yang selama ini tampil sebagai partai penyeimbang. 

 

“Kami patut berterima kasih kepada Demokrat dengan keputusannya tersebut, mudah-mudahan ini bisa menjadi kontribusi Pilpres yang lebih dingin. Kami melihat itu sebagai bagian dari posisioning Demokrat sebagai penyeimbang yang selama ini diperankan,” katanya saat dikonfirmasi, Senin, (10/9). 

Menurut Arsul, jika keputusan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini adalah upaya untuk mencari aman saat Pilpres, maka itu merupakan prinsip umum yang dianut semua partai. Hanya saja, strategi yang ditempuh berbeda-beda. 

“PPP ingin semaksimal mungkin aman dalam Pileg dan Pilpres karena Pak Jokowi telah memilih cawapres yang memenuhi kriteria PPP yakni figur ulama atau santri, sehingga ini juga membantu posisioning PPP di Pileg,” ujar Arsul. 

Terpisah, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menambahkan, dukungan kader Demokrat kepada pasangan calon yang tidak didukung partai secara nasional merupakan urusan internal partai. Dia percaya, Demokrat bisa menyikapi perbedaan ini dengan bijak. 

“Partai Demokrat sudah teruji dan dewasa untuk menyikapi perbedaan-perbedaan yang muncul di internal partai,” ujar Hendrawan. 

Keputusan Demokrat memberikan dispensasi kepada kadernya yang mendukung Jokowi-Ma’ruf disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Advokasi dan Hukum, Ferdinand Hutahaean. Alasannya semata-mata untuk menjaga suara partai 

"Kami lihat opini dan animo masyarakat di sana untuk mendukung Pak Jokowi tinggi sehingga kami harus berpikir juga menyelamatkan partai kami, dengan demikian nanti akan ada dispensasi khusus dari DPP terhadap daerah tertentu. Tidak banyak, sedikit sekali," kata dia, Minggu (9/9). 


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
10-09-2018 14:44