Main Menu

Begini Respon PDIP Setelah Prabowo Klaim Dukungan Dari Kwik Kian Gie

Wem Fernandez
13-09-2018 14:25

Kwik Kian Gie (Dok. GATRA/Karvarino/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Klaim bakal calon presiden Prabowo Subianto soal bergabungnya ekonom senior, Kwik Kian Gie ke tim kampanye ditanggapi dingin oleh politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya aneh, jika sebagai bagian dari ‘barisan’ Soekarno, Kwik Kian Gie justru tidak mendukung petahana Joko Widodo (Jokowi). 

 

“Itu soal preferensi politik dan ideologi. Agak aneh sih jika berubah, bagi barisan Soekarno maka Jokowi yang nyata ada di garis Soekarno-isme. Menurutku Pak Kwiek mungkin bukan karena pertimbangan ideologi tapi yang lainnya,” ujar Eva saat dihubungi, Kamis, (13/9). 

Namun demikian bagi Eva, preferensi pemilih adalah hal lumrah dalam politik. Banyak politisi yang juga berbeda dalam memilih. Terpisah, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menambahkan, pihaknya tidak ingin menanggapi klaim dukungan oleh Prabowo ini. 

Momen menjelang masa kampanye ini, memang banyak di isi oleh klaim sepihak dalam melakukan penggalangan dukungan dari tokoh-tokoh yang ada. Oleh sebab itu, sambung Hasto, pihaknya baru akan memberikan tanggapan khusus setelah tim kampanye terdaftar. 

“Nanti kami lihat terlebih dulu. Intinya setiap tim kampanye pasti punya strategi dalam  melakukan penggalangan tokoh,” ujar Hasto di Media Center TKN Jokowi-Ma’ruf, Jl. Cemara, Kamis, siang. 

Beberapa waktu belakangan ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri ini memang cukup intens berkomunikasi dengan PDI Perjuangan. Tidak dalam rangka politik, melainkan pembuatan buku yang menceritakan sejarah perjuangan bersama PDI menjadi PDI Perjuangan. 

Prabowo sebelumnya mengklaim mendapatkan dukungan dari Kwiek Kian Gie meski yang bersangkutan berseragam PDI Perjuangan. Dukungan ini menandakan bahwa partai politik bukan menjadi hambatan dalam memajukan Indonesia. 

“Walaupun beliau mengatakan beliau PDI-P, tetapi demi kepentingan negara beliau ingin menjadi salah satu penasihat saya," kata Prabowo usai bertemu SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9),” Rabu kemarin. 


 
Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
13-09-2018 14:25