Main Menu

PKS Tak Setuju Debat Pilpres Gunakan Bahasa Inggris

Wem Fernandez
14-09-2018 17:27

Politikus PKS, Nasir Djamil (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Usulan yang dilontarkan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto agar debat pemilihan presiden (Pilpres) yang mempertemukan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan bahasa Inggris, menuai polemik. 

 

Alasan Yandri berangkat dari penggunaan bahasa Inggris yang akan dipakai sebagai alat komunikasi oleh calon pemimpin Indonesia di forum-forum internasional. Namun, pendapat Yandri ini justru ditentang oleh politikus PKS Nasir Djamil. 

“Nah tentu rakyat Indonesia kan sedikit yang bisa bahasa Inggris. Kalau nanti di dalam debat Inggris ya nanti orang yang tidak bahasa Inggris bisa kecewa,” jelas Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, (14/9). 

Lagi pula, debat yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan salah satu cara untuk mengetahui apa visi dan misi calon pemimpin Indonesia, bukan pemimpin negara lain yang menggunakan bahasa Inggris. 

“Bahasa kita bahasa Indonesia maka yang paling patut dipergunakan dalam debat acara pilpres itu ya bahasa Indonesia. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia mengetahui apa yang disampaikan oleh capres-cawapres tersebut,” terang dia. 

Termasuk debat bahasa Arab dan baca Al-Qur’an yang diusulkan oleh kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin menanggapi pernyataan Yandri ini. 

“Ya itu makanya kita kesampingkan itu semuanya. Kita ingat saja kita tinggal,” terang dia. 

Usulan Yandri disampaikan di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9), kemarin. Menurutnya, KPU bisa menyediakan satu sesi selama masa debat menggunakan bahasa Inggris. Soal teknis dan bagaimana aturan mainnya, menurut Yandri, harus dibahas bersama KPU. 


 Reporter : Wem Fernandez

Editor: Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
14-09-2018 17:27