Main Menu

Jadi Parpol Tak Ikut deklarasi Kampanye Damai, KPU Akan Buka Komunikasi Dengan Demokrat

Birny Birdieni
24-09-2018 14:14

Ubaid Tanthowi.(ANTARA/re1)

 

Jakarta, Gatra.com- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan akan membuka upaya diskusi bersama Partai Demokrat dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono terkait insiden pada Deklarasi Kampanye Damai yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat Minggu (23/9).

 

Ketika itu, SBY memutuskan meninggalkan acara Deklarasi Kampanye Damai karena menilai banyak pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf mengenakan atribut kampanye hari itu.

"Nanti kami tetap akan buka komunikasi. Kita lihat hasil komunikasi kami dengan teman-teman di Partai Demokrat," kata Pramono di Gedung KPU RI Jakarta seperti dikutip dari Antara, Senin (24/9).

Pihak KPU menyebut bahwa saat itu memang sudah resmi dimulai masa kampanye. Namun SBY dan Partai Demokrat menilai adanya atribut kampanye tersebut di luar kesepakatan partai peserta Pemilu 2019 dan KPU.

Dimana kesepakatannya adalah para peserta Pemilu 2019 dan pendukungnya hanya diperbolehkan mengenakan pakaian adat di area deklarasi.

Adapun pihak KPU menyebut kalau pendukung yang mengenakan atribut kampanye itu berada di luar area Deklarasi Kampanye Damai.

Dengan demikian, Partai Demokrat menjadi satu-satunya partai politik yang tidak menandatangani Deklarasi Kampanye Damai untuk Pemilu 2019.

Nah berkait hal itu, Pramono berharap Partai Demokrat tetap berkomitmen menjunjung kampanye pemilu yang bersih, anti-hoaks dan tidak menggunakan isu SARA selama masa kampanye.

"Saya kira juga jelas bahwa meskipun tidak menandatangani, itu tidak mengurangi komitmen mereka (Partai Demokrat) untuk menyelenggarakan kampanye dengan menghidnari isu sara, hoaks dan lain-lain," pungkasnya.

 


Birny Birdieni

Birny Birdieni
24-09-2018 14:14