Main Menu

Ini Wilayah Paling Rawan Saat Pemilu

Ervan
25-09-2018 11:38

Ilustrasi (GATRA/Ervan Bayu/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. IKP 2019 diluncurkan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (25/9).

 

Ketua Bawaslu, Abhan, mengungkapkan IKP 2019 merupakan upaya Bawaslu untuk melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran dan kerawanan Pemilu 2019.

"BlIKP adalah bentuk sumbangsih dan dedikasi Bawaslu untuk memperkuat sistem kontrol nasional," ujarnya.

Hasil IKP 2019 untuk tingkat provinsi menunjukkan ada 15 daerah yang tingkat kerawanan di atas rata-rata nasional, yaitu Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Lampung, Sumatera Barat, Jambi, Yogyakarta, NTB, NTT, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

"Setiap provinsi memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda. Papua Barat, Sumatera Barat, dan Maluku misalnya memiliki kerawanan untuk dimensi penyelenggaraan Pemilu yang bebas dan adil serta tidak terkait dimensi kontestasi," papar Abhan.

Di tingkat Kabupaten/Kota, daerah paling rawan adalah Lombok Timur yang baru saja ditimpa bencana Gempabumi, disusul kabupaten Teluk Bintuni.

"Dari 514 kabupaten/kota terdapat dua kabupaten dengan kategori kerawanan tinggi yaitu Kabupaten Lombok Timur dengan skor 70,02 dan Kabupaten Teluk Bintuni dengan skor 66,47," sambung Abhan.

Sebagai upaya memperoleh data yang valid dan akurat, pada tahapan pengumpulan data, Bawaslu melibatkan seluruh Bawaslu di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota. Terlebih dahulu, semua Bawaslu Kabupaten/Kota dan Provinsi se-Indonesia tersebut diberikan pelatihan tentang riset dan bimbingan teknis pengisian instrumen IKP 2019.

"Bawaslu mengidentifikasi dan mengawasi. Bawaslu dapat melakukan penilaian komprehensif yang dapat terjadi dalam pemilu," lanjutnya.

IKP 2019 disusun dalam beberapa tahapan dari bulan Juni-September 2018. IKP 2019 menggunakan tiga kategori kerawanan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kategori-kategori tersebut mencakup indikator-indikator di setiap titik tahapan dalam Pemilu, baik sebelum, pada saat, dan setelah pemungutan suara.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Aries Kelana

 

 

 

Ervan
25-09-2018 11:38