Main Menu

Sandiaga Uno Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan UMP

Hidayat Adhiningrat P.
25-09-2018 14:48

Sandiaga S Uno saat mengisi kuliah umum yang digelar UMP, di Purwokerto. (GATRA/Ridlo Susanto/re1)

 

Purwokerto, Gatra.com – Pengusaha Muslim yang juga Cawapres Sandiaga Salahudin Uno dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) oleh Rektor UMP, Dr Syamsuhadi Irsyad, Selasa (25/9).

Pengukuhan tersebut digelar bersamaan dengan kuliah umum bertajuk Masa Depan Ekonomi Pancasila dan Tantangan Starup Wirausaha di Era Generasi Millenial di Hotel Karlita Purwokerto.

Sandiaga Uno dinilai sebagai pribadi yang cerdas dan cemerlang, serta memiliki track record prestasi akademik yang bagus selama menempuh studi. Dengan alasan itu, ia pun dikukuhkan sebagai warga kehormatan.

Dalam kuliah umumnya, Sandi menjelaskan bahwa untuk menjadi sukses harus selalu menekankan kemandirian dan entrpreneurship. Di luar itu, kekuatan spiritual pun sangat penting.

“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” katanya.

Sementara itu, Rektor Rektor UMP Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M.H. menyatakan, generasi hari ini merupakan generasi millenial. Millennial yang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah generasi X.

“Dengan slogan UMP makin mendunia, kami berkomitmen untuk ikut menciptakan para mahasiswa baru ini untuk menjadi generasi yang unggul, modern dan islami yang siap bersaing di kancah lokal dan dunia di era millenial ini,” ucap Rektor.

Menurutnya, millennial dianggap spesial, karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Apalagi dalam hal teknologi.

“Contoh nyata, ketika mereka pulang di rumah pasti mayoritas generasi hari ini lebih banyak bermain telepon seluler daripada bercerita dengan para orang tua,” ujar Syamsuhadi.

Rektor menjelaskan, orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000 an. Maka ini berarti millennial adalah generasi muda yang berumur 17 hingga 37 pada tahun ini.

Rektor menjelaskan, UMP telah menyiapkan kurikulum yang sangat ideal dalam pembentukan karakter yang Islami. Di antaranya training BEST, training SMART (Softskills Management and Resolution Training) dan SUCCES (Spiritual Up and Career Competencies Empowering by Softskills).

Dia menambahkan, pembinaan Al Islam dan kemuhammadiyahan metode mentoring pendampingan keberagaman Islam berisi materi keislaman dan kemuhammadiyahan.

“Kami berkomitmen akan menjadikan kampus yang menyiapkan mahasiswa untuk mempunyai pemikiran cemerlang, motivasi tinggi untuk perubahan, keluwesan dalam bergaul, dan berani melakukan terobosan-terobosan serta inovasi, yang Unggul, Modern dan Islami,” paparnya.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
25-09-2018 14:48