Main Menu

Guntur Romli: Suara Kaum Gusdurian Kultural dan Struktural Bersatu

Hidayat Adhiningrat P.
26-09-2018 17:16

Caption Gusdurian, Guntur Romli (twitter.com/gunromli)

 

Jakarta, Gatra.com - Keputusan Yenny Wahid mendukung Jokowi-Ma'aruf Amin didasari pada kesamaan arah politik Gus Dur dan ideologi Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Guntur Romli selaku Gusdurian, yang mengatakan jika Gus Dur dan Jokowi sama-sama membela ideologi islam yang ramah, kemajemukan dan tegas menolak kelompok radikal.

"Ini keputusan tepat. Jokowi memiliki visi dan misi sama. Membela islam pluralisme dan tegas dengan kelompok radikal dengan membubarkan HTI. Dulu sejak lama tahun 2005 Gus Dur menginginkan HTI bubar," papar Guntur Romli pada Gatra.com di Kalibata, Rabu (26/9).

Tak hanya itu, misi ekonomi Jokowi pun menjadi perhatian kaum Gusdurian. Adanya Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan pemerataan ekonomi dan pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari kesamaan ideologi ekonomi Gus Dur.

Keputusan yang diambil Yenny ini melalui proses yang cukup panjang, lanjut Guntur, Yenny harus melakukan salat istiqarah dan meminta pendapat dari Kyai-kyai sepuh. Selain itu Yenny pun sempat bertemu dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk membahas keputusan yang diambil.

"Mbak Yenny ini berimbang ya. beliau juga bertemu Pak Jokowi-Ma'aruf Amin dan juga Pak Prabowo dan Sandiaga Uno. Jadi tidak ada masalah," ucapnya.

Ketika disinggung perihal dukungan NU dan Gusdurian, Guntur mengaku dukungan suara yang diberikan Yenny Wahid untuk Jokowi-Ma'aruf Amin ini dapat meningkatkan dukungan pada Pilpres mendatang. Pasalnya, dukungan politik suara yang diberikan NU sudah bersatu.

"Selama ini kan asumsinya suara Gusdurian dan PKB-nya Cak Imin pecah. Sekarang tidak ya. Kita sudah bulat mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin baik itu dari Gusdurian, NU maupun Struktural," ucapnya.


Reporter: Riana Astuti
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
26-09-2018 17:16