Main Menu

”Make Indonesia Great Again”, Sandiaga Puji Donald Trump

Birny Birdieni
12-10-2018 19:37

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menemui relawan dan pendukungnya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.(GATRA/Arif Koes/re10

Yogyakarta,Gatra.com- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menilai jargon ‘Make America Great Again’ ala Presiden Amerika Serikat cocok buat kondisi Indonesia saat ini. Kebijakan ekonomi Donald Trump yang membuat dollar AS kuat pun dipuji.

 

Hal itu diungkapkan Sandi saat menemui relawan dan pendukungnya di Bantul, Daerah Istimewa yogyakarta, Jumat (12/10). “Saat ini Indonesia memiliki dua masalah ekonomi itu yaitu soal lapangan kerja dan biaya hidup yang makin tinggi,” kata Sandiaga.

Menurut dia, pasangan Prabowo-Sandi akan menyelesaikan masalah itu.  Caranya dengan mewujudkan cita-cita dan tujuan para pendiri bangsa seperti meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kami ingin cita-cita Bapak Bangsa terwujud dan itu fokus utamanya ekonomi," ujarnya.

Nah, Sandi menganggap upaya itu selaras dengan slogan 'Make Indonesia Great Again' yang mirip jargon Donald Trump saat maju pilpres AS. Apalagi Sandiaga melihat jargon itu juga cocok dengan slogan timnya saat ini, ‘Indonesia Adil-Makmur’. "Kita lihat reaksi masyarakat. Kalau masyarakat positif, itu bisa jadi slogan tambahan," katanya.

Menurut Sandiaga, dengan jargon itu Presiden Trump berhasil membawa Amerika Serikat mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan mengangkat nilai mata uang AS. "Kalau ada yang baik, kenapa kami alergi mengikuti.

Di bawah Trump, ekonomi AS kuat sekali. Dollar Amerika menguat luar biasa. Rupiah sampai tembus Rp15 ribu rupiah," ujarnya.

Namun, saat disebut akan mengikuti kebijakan ekonomi Trump yang amat protektif dan eksklusif hingga memicu perang dagang dan mempengaruhi ekonomi global, Sandi menampiknya.

"Kami enggak eksklusif. Ekonomi kita bebas aktif, sesuai pasal 33 UUD 1945 dan sila kelima Pancasila saja," sanggahnya.

Selain itu, kampanye Trump juga membawa sentimen suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Sandiaga memastikan dia dan Prabowo tidak akan menggunakan isu-isu SARA dalam mendulang suara selama masa kampanye. "Kita harus tinggalkan. Pak Prabowo konsisten. Itu kenapa juga memilih saya sebagai cawapres karena ingin fokus di ekonomi," ujarnya.

Untuk itu, Sandi akan berkampanye fokus di isu ekonomi untuk mewujudkan Make Indonesia Great Again.

“Jargon itu kan ingin mengembalikan kejayaan Indonesia. Terpuruknya rupiah terhadap dollar dan merosotnya ekonomi karena kita tidak mengelola ekonomi internal kita dengan baik. Itu PR buat kita," katanya.

Selama satu hari, Sandi mengunjungi DIY. Di Bantul, Sandi menyambangi tempat makan Kampoeng Mataraman yang dikelola badan usaha milik desa Panggungharjo.

Sandi memesan nasi, sayur pare, bunga turi, dan telur asin. Ia juga disuguhi minuman khas warung itu jakencruk, yang diramu dari jahe, kencur, dan jeruk. Menurut pengelola bumdes, porsi makan ini seharga Rp15 ribu.

Di sini, Sandi bertemu dengan para relawan media sosial. Sebelumnya Sandi menemui Gubernur DIY, meresmikan sekretariat pemenangan, menggelar diskusi wirausaha, dan pada sore harinya menghadiri pameran produk Islam, "Jogja Halal Fest"


 Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
12-10-2018 19:37