Main Menu

Ma’ruf Amin: Mobil Nasional Jadi Lompatan Besar Indonesia

Birny Birdieni
14-10-2018 14:26

Cawapres Ma'ruf Amin berkunjung ke Ponpes Al Munawir Krapyak, Bantul. (istimewa)

Yogyakarta,Gatra.com- Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai kehadiran mobil nasional yang digagas pemerintah merupakan lompatan besar bagi bangsa Indonesia.

 

Di hadapan para santri, Ma’ruf juga meminta kepada semua pihak tidak menjadikan agama sebagai isu dalam berkampanye.

Mengawali dua hari kunjungan kerjanya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (14/10) dan Senin (15/10), Ma’aruf Amin berkunjung ke Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Bantul.

“Silaturahmi saya ke sini untuk menenggok para sahabat dan kolega. Alhamdulilah kedatangan saya disambut dengan senang hati, gembira, dan mereka sepenuhnya mendukung saya,” kata Ma’arif kepada wartawan.

Ma'ruf memastikan berbagai kunjungan ke pondok pesantren, termasuk ke Ponpes Krapyak dan Ponpes Pandanaran, Sleman, adalah murni kunjungan silaturahmi, bukan kampanye.

Dalam pembicaraan dengan pimpinan ponpes Krapyak KH Muhammad Najib Abdul Qodir, Ma’ruf bercerita dia mendapatkan saran agar tidak membawa isu agama dalam kampanye.

Bagi Ma'ruf,hal ini merupakan bentuk dukungan kepada dirinya dan Calon Presiden Joko Widodo yang akan terus menjaga keutuhan bangsa.

“Kita masyarakat plural. Jadi jangan sampai isu agama memecah bangsa. Mari bersama kita jualan program unggulan masing-masing dan jangan saling menjelekkan, memaki, serta mendiskreditkan,” katanya.

Ma’ruf memaparkan, bersama Jokowi, dia akan terus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menjadikan capaian saat ini sebagai batu lompatan. Selain itu, kata Ma'ruf, nilai tambah dan keunikan berbagai program yang baik harus ditingkatkan semaksimal mungkin.

Menurut dia, salah satu lompatan bangsa yang seharusnya didukung adalah mobil nasional. Ma’ruf bilang mobil nasional karya anak bangsa adalah prestasi yang membanggakan dan seharusnya terwujud sejak lama.

Hampir satu jam, Ma’ruf Amin bersilaturahmi dengan KH Atabik Ali Maksum, Ibu Nyai Ida Zainal Abidin, dan selanjutnya KH Najib Abdul Qodir. Dari KH Najib, Ma’ruf mendapat surban warna hijau.

Mewakili keluarga besar ponpes Al Munawir, salah satu pengasuh senior Mukhtaroh Rahmat mengatakan kunjungan Ma’ruf untuk bersilaturahmi dan meminta doa restu dari para sesepuh ponpes.

“Dari pembicaraan tadi sempat tersirat adanya permintaan dukungan politik oleh Kyai Ma’ruf. Selebihnya hanya pembicaraan yang sifatnya terbuka,” katanya.

Adapun Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menuturkan, dalam pertemuan tadi, Ma’ruf mendapat pesan untuk lebih meningkatkan pendidikan agama demi penguatan karakter dan moral anak bangsa.

Selama kunjungan hari pertama, Ma’ruf dijadwalkan bertemu dengan budayawan Emha Ainun Najib dan para pegiat media sosial Youtube. Pada hari kedua, ia dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X dan ulama Syafii Maarif.


Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
14-10-2018 14:26