Main Menu

Pemerintah Akan Kaji Hambalang Hingga 2017

Edward Luhukay
07-05-2016 12:10

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pemerintah akan mengkaji masalah teknis dan kelayakan tanah serta bangunan Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat hingga 2017. "Presiden meminta untuk sekali lagi dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk Hambalang sebelum akan diputuskan dibangun dalam hal apa," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, usai rapat terbatas mengenai P3SON dan renovasi Gelora Bung Karno di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/5).

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta dilakukan audit dalam aspek hukum serta kelayakan bangunan termasuk keperluan perancangan ulang karena menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Izin yang tertulis dalam IMB P3SON adalah bangunan dengan 3 lantai, namun kenyataan di lapangan berdiri bangunan dengan 6 lantai.

Kemudian Presiden Jokowi juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) untuk mengkaji penggunaan lahan dan bangunan di Hambalang di masa yang akan datang apakah akan digunakan untuk wisma atlet sekaligus tempat pelatihan olahraga atau untuk bangunan keperluan lain.

"Presiden meminta pada bulan April-Mei 2017 sudah harus final mau dalam bentuk apa, redesign bagaimana, kemudian sekali lagi secara aspek hukum dan juga aspek-aspek lain yang juga harus sudah selesai," jelas Pramono, dikutip dari Antara.

Pemerintah nantinya akan memutuskan lebih lanjut penggunaan lahan dan bangunan di Hambalang jika hasil kajian telah tuntas pada 2017.

Sementara itu Menteri Pupera Basuki Hadimuljono mengatakan hasil kajian sementara tim independen pakar dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia mengatakan Hambalang dapat dilanjutkan pembangunannya namun dengan sejumlah syarat antara lain segi geologi, geologi teknik, dan gerakan tanah serta aspek bangunan.

Basuki mengatakan selain itu perlu dilakukan penelitian gerak tanah karena Hambalang berlokasi di kawasan jalur lempung Jatiluhur yang bersifat sensitif. "Untuk itu syaratnya dilakukan lagi penelitian gerak tanahnya, mungkin dengan implementernya. Kemudian kita harus cek dulu pondasi bangunan yang lalu," kata Basuki.

Selain itu, tim memberi masukan agar tata saluran air harus diatur dengan baik agar tidak meresap ke dalam kawasan Hambalang. "Presiden memberi waktu kepada kami tuntaskan penelitiannya, tapi tetap dilanjutkan nantinya," kata Basuki terkait pelanjutan pembangunan kawasan Hambalang.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
07-05-2016 12:10