Main Menu

Cedera ACL Paling Ditakutkan Atlet

Wanto
25-05-2016 09:51

Jakarta, GATRAnews - Cedera bagi sebagian atlet merupakan bencana yang sangat menakutkan. Bagaimana tidak, jika cedera yang dialami tak langsung ditangani dengan baik, maka karier dari atlet yang bersangkutan bisa terancam terhenti untuk selamanya. Bobby N. Nelwan, seorang dokter dari RS Royal Progress Jakarta menjelaskan, biasanya atlet dengan latihan dan pergerakan lebih aktif sangat rentan terkena cedera. "Olahraga dengan tingkat pergerakan yang sangat sering maka resiko cedera akan lebih tinggi," ujarnya, dalam acara ulang tahun RS Royal Progress ke-8, Selasa (24/5), di Jakarta.

Lebih lanjut ia menjelaskan, atlet-atlet untuk olahraga sepak bola dan basket sangat sering ditangani oleh dirinya semenjak bergabung dengan RS Royal Progress. Nama-nama seperti Ferdinand Sinaga, Boaz Solossa, atau Imanuel Wanggai, pernah ditanganinya untuk pemulihan cedera.

"Kita memang di sini, khusus atlet maka pasiennya juga lebih banyak atlet khususnya sepak bola dan basket. Tapi orang yang bukan atlet juga pernah kita tangani," tambahnya.

Untuk cedera yang dialami oleh atlet biasanya meliputi cedera lutut, engkel, otot, dan yang paling parah adalah multi-ligament injury. "Banyak macam cedera olahraga, tetapi cedera yang paling menjadi momok para atlet adalah cedera anterior cruciate ligament (ACL) karena ACL tidak dapat beregenerasi," tuturnya.

"Ketika terjadi kerusakan, tubuh pun tidak dapat memperbaikinya secara alami. Karena itulah operasi menjadi jalan satu-satunya cara untuk mengobati cedera ACL ini. Cedera ACL bisa berupa putus, atau robek yang mengakibatkan sendi lutut menjadi tidak stabil, karena ACL pada lutut memang berfungsi menjaga kestabilan sendi lutut," sambungnya.

Untuk masa penyembuhan sendiri menurut Bobby tergantung dari cedera yang didapat dari atlet itu sendiri. Namun yang pasti, tiga bulan awal merupakan masa yang sangat krusial untuk pemulihan.

"Setelah menjalani operasi, pasien masih harus melewati masa penyembuhan yang memakan waktu antara 6-8 bulan untuk bisa kembali ke aktivitas olahraga. Selama masa penyembuhan, sang atlet hanya bisa berkonsentrasi untuk memperkuat jaringan ACL yang masih belum terikat sempurna di tempat yang semestinya.

"Atlet harus menjalani terapi hingga ACL sudah berada dalam posisi sempurna untuk bertugas menahan gerakan lutut sebagaimana mestinya. Bahkan termasuk untuk mengembalikan performance atlet agar mencapai puncaknya tersebut diperlukan keahlian seorang dokter yang mendalami tentang sports medicine," lanjutnya.

Salah satu pemain yang sudah kembali ke lapangan dan bisa bermain cukup baik adalah Antoni Putro Nugroho. Antoni cedera karena bertabrakan dengan kiper Arema saat di QNB League 2015 dengan menggunakan seragam Barito Putra, kemudian sekarang masuk dalam tim Arema di bawah pelatih Milomir Seslija.

Antoni juga membuktikan bahwa cedera yang dideritanya memang sudah sembuh dan bisa kembali ke performa awalnya dengan permainannya yang apik, saat mencetak gol di Bali Island Cup 2016, kala Arema berhadapan dengan PSS Sleman.

Seperti diketahui, RS Royal Progress memang mempunyai salah satu program andalan, yaitu Royal Sports Medicine Centre yang sudah banyak mengembalikan atlet-atlet ke lapangan kembali, banyak event-event olahraga yang telah berjalan dengan baik dan selamat dengan tim medis dari kami, seperti Mandiri Jakarta Marathon 2014-2015, Nike Bajak 2014-2015, Badminton Single Championship 2015, GOIFEX, FIBA Basket, dan sekarang yang sedang berlangsung, final IBL 2016.



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
25-05-2016 09:51