Main Menu

Keputusan Logo Asian Games di Tangan Presiden

Edward Luhukay
30-06-2016 14:15

Jakarta, GATRAnews - Pemenang logo dan maskot Asian Games 2016 sudah ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade (KOI), dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), namun khusus yang akan digunakan untuk kejuaraan empat tahunan tersebut keputusannya ditangan Presiden Joko Widodo. "Pemenang satu hingga tiga sudah diputuskan pada rapat yang dihadiri KOI, Kemenpora dan Bekraf hari ini. Namun, belum diputuskan yang akan digunakan," kata Wakil Ketua KOI Mudai Maddang di Jakarta, Rabu (29/6).

Menurutnya, semua pihak yang mendapatkan tugas untuk merancang maskot dan logo Asian Games 2018 sudah memaparkan karyanya. Hasilnya tiga terbaik sudah didapat. Sesuai dengan rencana, karya terbaik ini akan diajukan ke presiden setelah Hari Raya Idul Fitri. "Mudah-mudahan pada bulan Juli nanti semuanya sudah diputuskan sehingga akan dilanjutkan dengan proses sosialisasi," kata mantan ketua KONI Sumatera Selatan itu.

Logo dan maskot Asian Games 2018 sebelumnya sudah diluncurkan yang semuanya mengandung unsur burung Cendrawasih. Khusus maskot bahwa sudah diputuskan namanya yaitu Drawa. Namun, kemunculannya langsung mendapatkan kritik karena dinilai sangat sederhana.

Antara melaporkan, Banyaknya kritikan dari masyarakat membuat Kemenpora bergerak cepat dan Bekraf untuk melakukan sayembara pembuatan ulang logo dan maskot Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Ada 11 ahli yang mendapatkan kesempatan untuk memaparkan karyanya. Tidak hanya logo dan maskot, ternyata para ahli ini juga mendapatkan kesempatan untuk membuat aplikasi pendukung pelaksanaan kejuaraan multi-event paling bergengsi di Asia itu.

Mudai Maddang menambahkan, jika logo dan maskot sudah diputuskan, pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk melakukan sosialisasi baik didalam maupun luar negeri. Apalagi susunan kepanitiaan Asian Games 2018 juga sudah ditetapkan. "Ada 199 personel yang masuk kepengurusan Inasgog yang didalamnya ada 80 personel dari insan olahraga mulai atlet, mantan atlet hingga pengurus PB. Untuk sisanya dari kalangan profesional mulai pengamat, pengusaha hingga birokrat," kata pria yang juga seorang pengusaha itu.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
30-06-2016 14:15