Main Menu

Perkembangan Persiapan Asian Games 2018 Ditanggapi Positif

Wanto
26-09-2016 23:49

Da Nang, GATRAnews - Laporan perkembangan dan persiapan Asian Games 2018, Jakarta Palembang yang disampaikan Presiden Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir mendapat tanggapan positif. Tanggapan tersbut dalam acara Executive Board Meeting OCA (Dewan Olimpiade Asia) ke-68 yang berlangsung di Royal Lotus Hotel, Da Nang, Vietnam, Sabtu (24/9).
 

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah dan dihadiri dua Wakil Presiden OCA, Timothy Fok dan Wei Jizhong, Ketua Komisi Koordinasi OCA Tzunekasu Takeda, serta para anggota executive member OCA, termasuk Rita Subowo yang mewakili Indonesia.

Erick menjelaskan dengan detil kemajuan Indonesia, termasuk menampilkan video terbaru kemajuan renovasi venue dan perkampungan atlet. Mulai dari perkembangan renovasi kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, jumlah cabang dan nomor pertandingan yang dipentaskan, pembangunan perkampungan atlet di kawasan Kemayoran dan Jakabaring, hingga sistem transportasi di dua kota utama tersebut yang dijadwalkan selesai awal 2018.
 
"Dalam presentasi ini, kami tak hanya menyampaikan kemajuan, tapi juga pernyataan keyakinan dan kesiapan dari Presiden Indonesia Joko Widodo bahwa Indonesia berada dalam jalur yang benar dan terjadwal untuk menyiapkan segala hal agar Asian Games 2018 bisa berlangsung dengan sukses dan memuaskan semua negara Asia yang akan berkompetisi," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya.
 
Dukungan akan kemajuan kesiapan Indonesia juga disampaikan oleh Rita Subowo, sebagai anggota eksekutif OCA dan juga Takeda. Terlebih segala input yang disampaikan keduanya saat Coordination Committee IV di Bali pada Mei 2016m sudah banyak yang dilaksanakan pemerintah Indonesia dan INASGOC.

Meskipun, Rita dan Takeda juga menyampaikan tantangan krusial yang harus dihadapi Indonesia untuk mempercepat segala hal agar tidak mengalami pelambatan. "Selain keputusan soal cabang dan nomor pertandingan agar tidak melebihi Asian Games terakhir di Incheon, INASGOC juga harus menyelesaikan soal kepastian cash flow. Ini faktor penting agar keyakinan kami terhadap Indonesia semakin besar," ungkap Takeda.
 
Dengan perkembangan mengenai cabang baru di Olimpiade Rio lalu, dan akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020, yakni karate, bisbol/sofbol, skateboard, surfing, dan climbing, Indonesia memiliki opsi untuk tidak harus mementaskan cabang-cabang tersebut. Apalagi, sebagai tuan rumah, Indonesia sudah memasukkan tiga cabang tambahan, yakni paragliding, jetski, dan bridge.
 
Hal tersebut mendapatkan dukungan dari Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah yang menyatakan tidak mungkin jika harus menunjuk kota baru, seperti Bali hanya untuk mempertandingkan cabang selancar atau membangun venue baru untuk mengakomodir cabang skateboard.
 
"Saya setuju untuk tidak memasukkan cabang-cabang baru di Olimpiade Rio lalu, sebab masíh banyak hal yang harus dilakukan Indonesia untuk kesiapan venue serta infrastruktur lainnya, memastikan memiliki cash flow tersendiri, dan juga hal-hal lain yang lebih krusial," kata Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah.
 



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
26-09-2016 23:49