Main Menu

Indonesia Tak Punya Program Promosi Pencak Silat di AS

Edward Luhukay
08-12-2016 10:59

Kejuaraan Pencak Silat Internasional di Denpasar (ANTARA/Nyoman Budhiana)

Denpasar, GATRAnews - Pencak silat Amerika Serikat (AS) mengharapkan dukungan promosi cabang olahraga bela diri asal Indonesia itu dari Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) maupun dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington. "Kedutaan Indonesia tidak mempunyai promosi khusus pencak silat. Jika kami mendapatkan kunjungan dari tim pencak silat Indonesia di Amerika, kegiatan itu akan lebih mengampanyekan silat," kata wasit yang juga pelatih pencak silat AS, Abdul-Malik Ahmad, di sela-sela Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-17 di Denpasar, Bali, Selasa (6/12).

Dalam kejuaraan dunia yang diikuti atlet-atlet dari 40 negara pada 3-8 Desember itu, Malik menjadi salah satu wasit untuk kategori tanding. "Tim pencak silat dari Indonesia itu lantas melakukan perjalanan dan pertunjukkan silat ke lima hingga enam negara bagian. Kami hanya butuh sponsor untuk tim dari Indonesia itu," kata pria yang telah mempelajari pencak silat sejak 1990 itu.

Malik yang juga melatih pencak silat di Kota Washington mengapresiasi cita-cita Persilat untuk mengusung pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade. "Cita-cita itu tentu akan melibatkan upaya politik dan dana yang besar. Tapi, promosi pencak silat di Amerika Utara dapat dimulai dengan mendokumentasikan pertunjukkan tim Indonesia dalam bentuk video," ujarnya, seperti dilaporkan Antara.

Pencak silat, lanjut Malik, telah hadir di Washington sejak 1980 dari pesilat Indonesia yang membuka perguruan pencak silat Al-Azhar. "Saya juga sempat mempelajari bela diri lain seperti taekwondo, muay thai, serta jiu jitsu. Tapi, pencak silat memiliki gerakan dan penggunaan senjata yang lebih banyak dibanding bela diri lain," ujarnya.

Malik menjelaskan, pencak silat juga mempunyai keunggulan karena jurusnya merupakan salah satu bentuk seni budaya dengan kombinasi gerakan-gerakan yang lembut dan gerakan yang keras. "Ada sejumlah perguruan pencak silat di AS seperti Perisai Diri dan Merpati Putih. Tapi, mereka tidak begitu besar dan hanya memiliki lima hingga 10 murid," ujarnya.

Malik menambahkan masyarakat AS perlu mengenal pencak silat sebagai olahraga dan seni. "Selama ini orang-orang di AS hanya tahu karate dan taekwondo. Selain tentunya tinju dan gulat," katanya.

Perkembangan pencak silat di AS, lanjut Malik, akan menambah promosi pencak silat ke negara tetangganya yaitu Kanada. "Saya mendengar ada sejumlah perguruan pencak silat di Kanada meskipun tidak sebesar yang kami miliki," ujarnya.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
08-12-2016 10:59