Main Menu

Persiapan Asian Games, Wapres JK: Kuncinya Kompak dan Kerja Keras

Anthony Djafar
10-05-2017 23:26

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Gatra/Rifki M Irsyad/yus4)

Jakarta, GATRAnews – Wakil presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan saat ini yang diperlukan ada kekompakan dan kerja keras untuk mengatasi kesulitan yang terjadi menghadapi persiapan-persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018.

 

“Kompak dan kerja keras, itu intinya. Dan semua kesulitan kita atasi. Soal ijin kerja, ijin pelatih, soal anggaran. Anggarannya sudah ada cuma tinggal butuh aturan-aturan lagi. Itu aja. Yang lainnya semua siap,” kata Wapres usai menggelar jamuan santap malam bersama sejumlah pengurus cabang olahraga Asian Games di kantor Wakil Presiden, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu malam (10/5).

 

Wapres menyebutkan bahwa ada banyak dibicarakan dalam pertemuan kali ini terutama menyangkut persiapan-persiapan misalnya membahas cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan. “Ada cabang olahraga yang masuk dalam satu cabang yang dibagi beberapa bagian,” katanya.

 

Wapres menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu penitia juga melaporkan kesiapan beberapa cabang olahraga yang nantinya dipertandingkan dan sudah sejauh mana kesiapan latihan-latihannya. “Masing-masing cabang-cabang sudah dipersiapkan, seperti sepakbola ada di mana, bagaimana dengan yudo, renang dan sebagainya,” katanya.

 

Soal target, Wapres mengaku belum bisa membuka saat ini dan diharapkan dapat melebihi target dari Asian Games di Korea beberapa waktu lalu. “Sudah ada target internal. Tapi tentu kita belum bisa buka dulu. Internalnya bagus. Bagaimana kita bisa menjadi nomor 8 atau nomor 9 lah,” katanya.

 

Untuk saat ini kata Jusuf Kalla hendaknya diperkuat latihan-latihan seluruh cabang olahraga agar dapat meningkatkan prestasinya. “Di samping itu latihannya kencang juga cabang olahraga raga di Indonesia itu banyak yang populer,” katanya.

 

Soal anggaran, Wapres mengatakan bahwa masih dalam penyusunan. “Sudah ada, tinggal disusun di internal saja. Yang penting dapat dipertanggungjawabkan (anggarannya),” katanya.

 

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan saat ini masih berjalan renegosiasi dengan OCA menyangkut cabang olahraga yang nantinya akan dipertandingkan.

 

“Finalnya nanti akan disampaikan di bulan Agustus. Karena Agustus sudah harus di log atau di kunci bahwa tidak boleh ada perubahan. Hari-hari ini sedang ada renegosiasi, KOI perpanjanga tangan pemerintah melakukan negosiasi,” katanya.



Adapun Ketua Pelaksana Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir menyebutkan bahwa saat ini masih ditunggu turunnya Kepres dan Perpres baru untuk memperlancar persiapan pelaksanaan kegiatan lain menjelang Asean Games, termasuk efisiensi anggaran.

 

“Dengan adanya Kepres dan Perpres baru dan pengurangan cabang olahraga dan nomor event tentu akan ada pengurangan dan efiseinsi,” katanya.

 

Erick mencontohkan jika tadinya dihitung ada 484 live event cabang olahraga, namun jika bisa dikurangi sampai 426, maka tentu ada cabang yang tidak live.

 

“Nah, dengan tidak live itu, maka bisa di cut (potong) anggaran misalnya untuk yang lain, apakah broadcast, IT di cut, lalu panpel-panpel bisa di cut (potong). Sesuai arahan Pak Wapres, ya kita mesti jaga terus keuangan negara,” katanya.

 

Soal sponsorship, kata Erick tinggal menunggu Perpres. “Begitu Perpresnya turun, kita bisa langsung tanda tangan dengan sponsorship. Cuma tetap kita ada negosaisi dengan OCA, karena memang beberapa hal yang kita akan coba dapatkan lebih,” katanya.


Reporter: Anthony Djafar

Editor: Dani Hamdani

Anthony Djafar
10-05-2017 23:26