Main Menu

Penggunaan Anggaran Asian Games Jadi Fokus Jokowi

Wanto
07-06-2017 23:02

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Setpres/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo memimpin rapat persiapan Asian Games dan Asian Paragames 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6) siang.


Rapat Terbatas diikuti Menpora Imam Nahrawi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan INASGOC kali ini dikonsentrasikan untuk melihat sejauh mana perkembangan penggunaan anggaran.

Waktu yang mepet, menuntut persiapan menuju gawe besar Asian Games dan Asian Paragames juga harus seiring percepatannya, perlu kecermatan, ketelitian, keseriusan diberbagai sektor, venues dan sarpras pendukung serta keuangan.

Titik sektor penggunaan anggaran menjadi perhatian lebih Presiden, agar tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dengan tidak meninggalkan makna kecepatan dalam tindakan.

"Saya minta penggunaan anggaran tetap memperhatikan prinsip tertib administrasi, efisien, dikelola secara detail, dan tidak dilebih-lebihkan atau tidak berlebihan," tegas Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya.

Asian Games dan Asian Paragames 2018 merupakan perhelatan bangsa di mana semua harus menjaga sekaligus mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia.


"Persiapan harus cepat, semua dilakukan secara terbuka, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan secara governance-nya, kita semua harus menjaga pada perhelatan bangsa ini nama baik Indonesia di mata dunia," tambah Presiden.

Pada saat yang sama Menpora menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian terhadap persiapan hajat besar bangsa ini, semua kementerian dan lembaga diminta secara bersama-sama mendukung penuh agar persiapan di semua hal berjalan dengan baik.

"Bapak Presiden memberi perhatian betul-betul, kita semua kementerian dan lembaga diminta untuk mendukung penuh," kata Menpora.

Tentang penggunaan anggaran prinsip kehati-hatian dan sesuai aturan tetap dijalankan, Kemenpora sudah menggandeng BPKP dan LKPP untuk dapat mengawal, akan tetapi percepatan juga diperlukan, kesemuanya diterapkan seiring.


"Kemenpora sudah menggandeng BPKP dan LKPP sebagai bentuk kehati-hatian, namun fleksibilitas pencairan sebagaimana yang ditegaskan Pak Wapres juga diterapkan," jelas Menpora.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo

Wanto
07-06-2017 23:02