Main Menu

Program Broadcast Legacy Asian Games 2018 Beri Kans Generasi Muda Mendunia

Wanto
19-01-2018 09:32

Erick Thohir (Antara/Hafidz Mubarak/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang harus memberi manfaat bagi semua pihak.


Tak hanya atlet dan ofisial untuk mengejar prestasi tinggi, tapi juga generasi muda bisa mengambil manfaat langsung dari perhelatan olahraga bangsa Asia ini.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) menggandeng International Games Broadcast Services (IGBS) dalam menangani siaran langsung 38 pertandingan Asian Games 2018 dengan meluncurkan program pelatihan yang khusus dirancang bagi para mahasiswa.

Program bertajuk, Broadcast Legacy Asian Games 2018 ini menawarkan generasi muda Indonesia untuk mengambil peran pada siaran ajang multi event olahraga. Dengan mengikuti program Broadcast Legacy Asian Games 2018 ini, para mahasiswa akan mendapatkan warisan yang tak ternilai dan tak lekang akan zaman.

Mereka akan mendapatkan peluang dalam mengembangkan keterampilan di bidang penyiaran, terutama siaran olahraga yang terus berkembang sejalan dengan maraknya industri olahraga di dunia.

Menurut Ketua Pelaksana Asian Games 2018, Erick Thohir, program Broadcast Legacy sesuai dengan semangat Asian Games 2018 yang membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk terlibat dan menjadi bagian dari sejarah.

"Setelah 56 tahun, inilah kesempatan besar bagi generasi muda, termasuk mahasiswa untuk menjadi bagian sejarah dengan memanfaatkan Asian Games 2018 untuk mengembangkan potensi mereka di bidang siaran,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra, Jumat (19/1).

Program Broadcast Legacy, lanjutnya, menjadi sarana tepat bagi mereka yang berbakat dan bisa membantu karier di masa depan. Penyelenggaraan Asian Games 2018 harus meninggalkan jejak yang bermanfaat sehingga banyak generasi muda Indonesia bisa mendunia.

Program yang diinisiasi Departemen Broadcast INASGOC ini melibatkan enam perguruan tinggi di Jakarta, yaitu BINUS University, London School of Public Relations, Universitas Moestopo, STIKOM InterStudi, Universitas Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara.

Untuk dua universitas di Bandung, yaitu Universitas Komputer (UNIKOM) dan Universitas Padjadjaran, dan dua di Palembang, yakni Universitas Bina Darma dan Universitas Sriwijaya.

Dengan mengusung dua kegiatan utama, yakni kompetisi pembuatan film pendek (vignette) dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018 dan kesempatan magang bersama tim IGBS selama Games Times, program itu ditargetkan diikuti lebih dari 500 mahasiswa.

Selain harus dinamis dan orisinal, peminat kompetisi pembuatan film pendek harus mengusung salah satu dari empat tema yang sudah ditentukan, yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching dan Preparing for Triumph.

Karya yang terpilih akan dipoles lebih jauh dengan bantuan produser dan editor film asal Inggris untuk kemudian ditayangkan dalam acara premiere khusus di Jakarta serta disebar dalam rangka promosi Asian Games 2018 ke seluruh dunia.

Sedangkan, kegiatan magang bersama IGBS menyediakan 10 posisi yang menarik. Para mahasiswa berkesempatan magang sebagai asisten kamera, audio, teknisi, hingga asisten logistik selama Asian Games 2018.

"Kami merasa bangga karena menjalankan program Broadcast Legacy perdana ini di Indonesia dengan melibatkan mahasiswa dari beberapa universitas terpilih. Dengan interaksi dan kolaborasi bersama IGBS, kami berharap banyak generasi muda negeri ini bisa mengembangkan karier di industri siaran olahraga Asia dan dunia," ucap Project Director IGBS, Mike Wilmot.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo

Wanto
19-01-2018 09:32