Main Menu

Empat Penghuni Pelatnas Karate Tinggalkan Pelatnas, Ini Kata Menpora

Wanto
13-02-2018 13:56

Empat karateka yakni Sisilia Ora, Srunita Sari Sukatendel, Cok Istri Agung Sanistyarani, Ahmad Zigi Zaresta yuda langsung diterima Menpora di kantor Kemenpora, Jakarta. (Dok. Kemenpora/Egan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kabar adanya empat karateka yang meninggalkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) langsung direspon cepat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.  Keempat karateka yang meninggalkan pelatnas yakni Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), Ahmad Zigi Zaresta yuda (kata perorangan putra).


Kepada empat karateka tersebut, Menpora berharap mereka semuanya secepatnya kembali. Permintaan tersebut disampaikan Menpora saat menerima dan berdialog langsung dengan keempat karateka yang saat ini terancam dicoret oleh Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki). 

Menpora yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Mulyana dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, meminta agar keempat karateka ini fokus untuk mempersiapkan diri."Tolong Pak Deputi segera panggil pengurus Forki untuk menyelesaikan masalah ini," kata Imam.

"Tapi saya ingin dengar dari kalian, apakah masih bersedia tetap di pelatnas dengan kondisi tetap pelatih baru? Terus, sejauh mana peluang mendapatkan medali di Asian Games nanti?" kata Imam kepada Sisilia Ora dkk.

Mendapat pertanyaan tersebut, kempatnya menjawab demi Merah Putih tetap siap kembali ke pelatnas dan optimistis bisa menyumbangkan medali. Keempatnya pun meminta agar berita negatif yang menyebutkan mereka kabur dari pelatnas karena menolak pelatih baru yang ditunjuk Pengurus Forki, serta takut tidak lolos seleksi tidak lagi dimunculkan.

"Kami tidak pernah kabur dari pelatnas. Kami juga sama sekali tidak takut bersaing untuk seleksi. Alhamdulillah kami semua pun sudah lolos seleksi itu. Kami hanya menolak ikut pelatnas persiapan Premier League di Paris, 26-27 Januari 2018. Karena permintaan kami agar pelatih yang telah dua tahun menangani kami diikutkan," kata Sisilia Ora.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
13-02-2018 13:56