Main Menu

Atlet Rusia Peraih Medali Olimpiade 2018 diduga Pakai Zat Terlarang

Birny Birdieni
19-02-2018 00:11

Ilustrasi Doping (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Pyeongchang, Gatra.com- Peraih medali perunggu asal Rusia, Alexander Krushelnitsky di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dicurigai telah dinyatakan positif terhadap zat terlarang meldonium. Jenis ini dapat meningkatkan aliran darah yang meningkatkan kapasitas olahraga pada atlet.

Krushelnitsky bersama istrinya, Anastasia Bryzgalova merupakan pasangan mixed doubles untuk olahraga Curling. Sebelumnya, pasangan atlet meluncurkan batu di atas permukaan es ke daerah sasaran tersebut juga telah menang pada ajang World Mixed Championship 2016 di Kazan.

Seorang sumber di Olimpiade mengatakan hal ini menjadi sebuah pukulan besar bagi Rusia yang memang ingin keluar dari skandal obat bius. Selama bertahun-tahun, negara tersebut telah dituduh menjalankan program doping secara sistemik.

Namun saat dikonfirmasi, Krushelnitsky tidak menanggapi tuduhan tersebut. Demikian juga dengan juru bicara delegasi Rusia di Pyeongchang mengatakan bahwa dia tidak memiliki komentar segera.

Jika terbukti, medali yang Krushelnitsky dan istrinya raih itu bisa akan jadi diberikan kepada pasangan Norwegia yang menjadi saingan di ajang tersebut. "Saya harap itu tidak benar untuk olahraga Curling," kata kapten tim Norwegia Thomas Ulsrud dilansir dari Reuters, Minggu (18/2).

Thomas menyayangkan Jika hal itu memang benar. "Saya merasa sangat sedih untuk tim Norwegia yang bekerja sangat keras dan berakhir di tempat keempat," katanya. Bahkan mereka baru saja berangkat ke Norwegia.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan telah mencatat kasus tersebut tanpa menjelaskan secara rinci. Namun kasus ini akan dikonfirmasi oleh panel Implementasi OAR, badang yang bertugas memantau.

"Di satu sisi sangat mengecewakan bila zat terlarang telah digunakan. Namun di sisi lain, ini menunjukkan keefektifan sistem anti-doping di Olimpiade yang melindungi hak semua atlet yang bersih," kata juru bicara IOC.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
19-02-2018 00:11