Main Menu

Puan Ingin Ulang Sejarah Asian Games 56 Tahun Silam

Mukhlison Sri Widodo
03-04-2018 20:07

Wakil Ketua Penasihat Asian Games 2018, Puan Maharani didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin mengunjungi atlet pelatnas asian games di jogja.(GATRA/Arif Koes/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Penasihat Asian Games 2018, Puan Maharani ingin mengulang sejarah 56 tahun silam saat Indonesia jadi tuan rumah dan juara umum ajang olahraga negara-negara Asia tersebut.

Untuk itu, semua atlet Pelatnas dikumpulkan di pusat pelatihan di Batujajar, Jawa Barat, pada bulan Juni 2018, demi menyamakan visi misi dalam mencapai prestasi terbaik.

“Sesuai rencana, Juni nanti semua atlet Pelatnas dikirim ke Batujajar. Sebelumnya, pada bulan Mei, atlet akan mencoba venue Jakabaring, Palembang,” jelas Puan di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Selasa (03/4).

Kehadiran Puan yang didampingi Ketua Kontingen atau Chief de Mission Indonesia di Asian Games 2018 yang juga Wakapolri Komjen Syafruddin untuk bertemu dengan atlet pelatnas tiga cabang olahraga yaitu panjat tebing, rugby, dan  pertandingan BMX.

Puan menyatakan kehadirannya di Yogyakarta guna meminta atlet Pelatnas menjaga semangat untuk terus berpretasi. 

Ia meminta para pemangku kepentingan memperhatikan kebutuhan atlet,  termasuk pemenuhan asupan gizi terbaik.

“Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah 1962 dan keluar sebagai juara umum. Semangat mengulang sejarah 56 tahun lalu inilah yang kita sematkan ke atlet,”kata Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini.

Soal target prestasi, Puan menyatakan  menjadi tanggung jawab Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tetapi ia berharap Indonesia di  mampu masuk lima besar atau minimal sepuluh besar.

Komjen Syafruddin mengatakan menghadapi gelaran Asian Games 2018  dibutuhkan semangat untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

“Jadi saya minta kepada semua, baik atlet, pelatih, maupun manager semua cabor untuk menyatukan semua pikiran. Jangan sampai ada gap. Sehingga saat latihan atau pertandingan tidak ada yang berat,” katanya.

Ia juga berpesan bahwa atlet harus menomorsatukan prestasi, bukan bonus,  saat mengejar medali emas. Sebab prestasi terbaik atlet yang  selamanya akan dikenang.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
03-04-2018 20:07