Main Menu

Tim Putri Jakarta Pertamina Energi Juara Proliga 2018

Mukhlison Sri Widodo
15-04-2018 19:25

Pertandingan Tim putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) vs Bandung Bank Jawa Barat Pakuan (BBJB) di GOR Amongrogo, Yogyakarta. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Tim putri Jakarta Pertamina Energi (JPE) menjadi juara kompetisi voli Proliga 2018 usai mengalahkan tim Bandung Bank Jawa Barat Pakuan (BBJB) dalam tiga set.

 

Kemenangan ini meneguhkan posisi tim yang dua tahun berturut-turut berada di posisi runner up itu.

Bertanding di hadapan 6.000-an penonton yang memadati GOR Amongraga, Kota Yogyakarta, Minggu (15/4), tim JPE yang dikapteni Novia Andriyanti langsung menekan BBBJB.

JPE berhasil memenangkan set pertama dengan nilai 25 : 20. Di set kedua, Pertamina menguasai jalannya pertandingan hingga menang 25 : 18. 

Tidak ingin memperpanjang  permainan, tim JPE sejak awal set ketiga langsung menekan dan kemenangan akhirnya dikunci dengan skor 25 : 17.

Team Manager JPE Widi Triyoso saat jumpa pers usai pertandingan menyatakan bangga pada seluruh pemain karena berhasil mewujudkan target menjadi juara.

“2014 adalah tahun terakhir kami menjadi kampiun Proliga. Tahun berikutnya kami juga gagal. Dua tahun selanjutnya, kami berhasil masuk final namun gagal dan hanya menjadi juara dua,” jelas Widi.

Widi melihat, kekompakan pemain dan  tangan dingin pelatih Muhammad Anshori mampu memaksimalkan kemampuan pemain hingga jadi juara.

“Satu lagi, kemampuan pelatih menjaga stamina pemain dengan rotasinya hingga tidak ada yang mengalami cedera sejak bergulirnya Proliga juga menjadi kunci,” lanjut Widi.

Melihat kemampuan Anshori, JPE memutuskan pada gelaran Proliga tahun depan tetap mempertahankan sang pelatih. Widi juga berharap Anshor mempertahankan 80 persen komposisi pemain sekarang di musim depan.

Kapten Tim JPE Novia Andriyanti mengatakan pertandingan melawan BBJB ini tidak mudah, meskipun menang tiga set langsung.

“Kami tidak pernah melihat pertandingan final ini berjalan mudah. Meskipun di pihak lawan, Aprilian Mangalang yang menjadi pemain andalan tidak dimainkan sepenuhnya,” kata Novia.

Novia menegaskan, semua pemain sebelum pertandingan sepakat meraih kemenangan secara cepat dan  memaksimalkan potensi serta kemampuan.

“Sebelum pertandingan semua pemain sejak awal sudah ceria. Saya anggap ini firasat menjadi juara usai dua tahun menjadi runner up,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, tim JPE merebut hadiah uang tunai Rp175 juta, sedangkan BBJB di posisi kedua berhak akan hadiah Rp125 juta.

Pelatih BBJB Octavian melihat kekalahan timnya karena kemampuan pemain saat menerima bola dari lawan (receive) sangat lemah.

"Terutama dua pemain asing yang kami miliki. Mereka tidak maksimal,” katanya.

Tidak hanya itu, Octavian melihat pemain andalan timnya , Aprilian Magalang, pemain putri terbaik Proliga 2017,  tidak bermain sesuai harapan.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
15-04-2018 19:25