Main Menu

Kirab Obor Asian Games Akan Promosikan Wisata dan Seni Budaya

Wanto
23-04-2018 16:21

 Ketua Panitia Pelaksana Asian Games, Erick Thohir. (GATRA/Rifki M. Irsyad/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Jakarta Palembang (INASGOC) akan memanfaatkan kegiatan torch relay, atau kirab obor Asian Games 2018 tak hanya sebagai sosialisasi pesta olahraga bangsa Asia semata. Tapi juga untuk mempromosikan destinasi wisata dan seni budaya.

Kirab obor yang akan dimulai pada 15 Juli mendatang, dan dimulai dari India, tempat pengambilan api abadi Asian Games, akan menjadi sarana untuk mempromosikan destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta potensi-potensi setiap kota dari 18 provinsi yang dilewati.

Oleh karena itulah, keterlibatan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah, mulai dari Sekretaris Daerah di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Dinas Pemuda dan Olahraga yang berada dalam lingkup Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) perlu dipererat agar dua tujuan di atas dapat tercapai.

“Empat sukses yang menjadi tujuan pelaksanaan Asian Games 2018, yakni sukses pelaksanaan, prestasi, administrasi, dan pemberdayaan ekonomi bukan hanya tugas pemerintah pusat, pemerintah daerah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan, atau panitia pelaksana,"ujar Ketua Panitia Pelaksana Asian Games, Erick Thohir, Senin (23/4).

"Tapi juga harus melibatkan dan meminta peran penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Kegiata kirab obor ini bisa menjadi momen penting agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui dan mendukung Asian Games 2018,” sambungnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangka Rapat Koordinasi antara Panitia Pelaksana Asian Games 2018 dengan beberapa Dirjen Kemendagri dan Kemenpora yang berlangsung di Jakarta, Senin, 23 April 2018.

Dalam rakor tersebut dibahas mekanisme pelaksanaan kirab obor Asian Games 2018 yang menyebar di 53 kota di seluruh Indonesia dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kemendagri akan menjadi mitra dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

“Merujuk surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor:426.3/1398/SJ tentang dukungan pelaksanaan pergerakan obor (Torch Relay) Asian Games 2018 dan nomor 426/3./1399/SJ tentang dukungan pelaksanaan pengarakan obor yg ditujukan kepada Bupati/Walikota dari daerah yg akan dilintasi oleh Torch Relay, secara subtansi surat edaran tersebut menginstruksikan kepada daerah agar melakukan kegiatan persiapan,"ujar Hadi Prabowo, Sekretaris Jenderal, Mendagri.

Perjalanan torch relay, atau kirab obor Asian Games 2018 akan bermula di India, yang merupakan tuan rumah Asian Games 1 tahun 1951. Api akan diambil dari api abadi Asian Games yang tersimpan di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India, yang menjadi arena pelaksanaan perdana 1951.

Usai pengambilan api dari India pada 15 Juli, api akan tiba di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah pada 18 Juli, dan setelah itu kirab obor akan melintasi Pulau Jawa, lalu ke Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat.

Setelah itu, kirab obor akan melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan menyeberang ke Pulau Sumatera,bermula dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung. Kirab obor akan kembali ke Pulau Jawa dan melintasi Banten, Jawa Barat, akan tiba di DKI Jakarta pada 15 Agustus.

“Melihat rute torch relay yang melintasi seluruh pulau di Nusantara, saya yakin Asian Games 2018 akan punya dampak luas untuk juga mensosialisasikan eksplorasi budaya dan pariwisata Indonesia sehingga masyarakat dunia akan tahu lebih jauh tentang negeri kita. Ini bisa berdampak positif bagi peningkatan jumlah wisata manca Negara di Indonesia dan meningkatkan perekonomian rakyat,” jelas Erick.


Reporter: Wanto
Editor    : Cavin R. Manuputty

Wanto
23-04-2018 16:21