Main Menu

Tiga Tokoh Ini Sayangkan Asian Games Masih Adem Ayem

didi
02-05-2018 15:42

Erick Thohir mengatakan bahwa Asian Games 2018 adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk melakukan branding ke publik internasional. (ANTARA//Muhammad Adimaja/RT)

Jakarta, Gatra.com - Penyelenggaraan Asian Games sudah di depan mata tapi publik masih ricuh soal politik dukung-mendukung. Event ini akan dibuka tanggal 18 Agustus atau sekitar 3 bulan lagi. Kapolri Tito Karnavian, Erick Thohir Ketua INASGOC serta Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan kegeramannya, karena publik di luar Palembang masih adem ayem.

Erick Thohir mengatakan bahwa Asian Games adalah kesempatan besar bagi Indonesia untuk melakukan branding ke publik internasional. "Asian Games 2018 lebih dari sekedar event olahraga semata, Asian Games merupakan national branding untuk promosi visi Indonesia di mata dunia." ujar Erick di Jakarta, Rabu (2/5).

Karena itu menurut Erick, torch rally atau pawai obor sebagai pembuka dirancang akan melalui berbagai destinasi wisata di Indonesia. Dimulai dari Yogyakarta, obor antara lain akan melewati Malang, Bali, Makassar, Raja Ampat, Balikpapan, Aceh, Padang, Palembang dan Jakarta.

Event olah raga ini akan melibatkan sekitar 15.000 atlet dari 54 negara yang tersebar di seluruh kawasan Asia. Selama pelaksanaan, setiap hari TV China akan menyiarkan secara langsung selama 12 jam.

Sampai saat ini sudah ada 26 kepala negara atau menteri yang merencanakan hadir saat pembukaan, di antaranya Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Asian Games 2018 akan menyandingkan rujuk dua pemimpin negara yang selama ini bertikai.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa momen Asian Games 2018 penting sebagai cara untuk mempersatukan bangsa yang terpecah akibat polarisasi politik. Ia kemudian membandingkan dengan campaign Tokyo 2020.

“Saat ini atau tiga tahun sebelum Olimpiade Tokyo tahun 2020, masyarakat di seluruh Jepang sudah mulai demam Olimpiade, sedangkan kita tinggal 3 bulan lagi Asian Games masih adem ayem,” ujar Kapolri.

Kemudian ia menambahkan, bahwa orang ribut saja soal politik, tapi Asian Games 2018 juga penting untuk menguatkan rasa nasionalisme bangsa. Kapolri mengungkapkan bahwa pelaksanaan Asian Games di Jakarta dihadapkan pada tiga potensi masalah. Pertama adalah kemungkinan munculnya protes dari masyarakat Indonesia terhadap peserta. Ia kemudian menyebutkan misalnya kontingen Myanmar karena adanya masalah Rohingya.

Masalah kedua menurutnya adalah street crime, yakni terkait copet, jambret dan premanisme, yang menurut Kapolri sudah siap diantisipasi oleh jajaran kemanan.

“Masalah ketiga adalah kemacetan Jakarta, mengingat adanya venue yang terpisah seperti di Depok dan TMII. Ini akan lebih mudah jika anak sekolah diliburkan, tapi jangan saya yang mengusulkan ya,” ujar Tito.

Sementara Alex Noerdin dalam kesempatan ini juga menyayangkan publik yang masih belum bergairah menyambut pelaksanaan Asian Games. Menurutnya Palembang sudah hangat, hanya saja di luar Palembang masyarakat masih adem ayem.

“Saya berharap media mau membantu memberitakan Asian Games 2018,” kata Alex.

Selebihnya Gubernur Sumsel ini mengungkapkan bahwa persiapan fisik sudah bisa dikatakan selesai, pihaknya tinggal melakukan sentuhan akhir untuk memperindah semua sarana dan prasarana. Palembang diuntungkan sebab semua kegiatan terpusat di kawasan Jakabaring.

“Atlet hanya perlu berjalan kaki 10 menit dari tempatnya menginap ke lokasi pertandingan,” ujarnya menambahkan.



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
02-05-2018 15:42