Main Menu

Wapres JK Ingatkan Pengamanan TI Asian Games 2018

Anthony Djafar
04-05-2018 06:33

Wapres pimpin Rapat pelaksanaan Asian Games 2018 bidang Keamanan Teknologi Informasi di Istana Wakil Presiden RI. (Dok. Setwapres/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengingatkan bagian keamanan Teknologi Informasi, panitia pelaksanaan Asian Games 2018 untuk selalu waspada ketika sedang berlangsung Asian Games nantinya.


“Walau makin modern sistemnya, tetap ada celah untuk dimasuki. Untuk itu tetap waspada," kata Wapres saat memimpin rapat membahas strategi mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 bidang Keamanan Teknologi Informasi di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/5).

Pada kesempatan itu, Wapres yang juga ketua Dewan Pengarah INASGOC 2018 ini mendapat penjelasan terkait upaya pengamanan yang telah dilakukan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi.

Dalam paparannya, Djoko berkaca dari pengalaman penyelenggaraan Winter Olympic 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Saat Winter Olympic itu, apa saja bentuk serangannya? tanya Wapres.

Pihak BSSN menjelaskan setidaknya ada 2 (dua), antara lain: website palsu dan serangan sistem ticketing. Kejadian terakhir sempat menyebabkan pembukaan Olimpiade musim dingin tertunda hingga satu jam.

BSSN mempunyai, setidaknya, 10 langkah pengamanan pada persiapan, pelaksanaan, hingga pasca penyelenggaran Asian Games 2018, selain koordinasi antara Kominfo, BSSN, dan INASGOC.

Menkominfo Rudiantara juga menyampaikan pihaknya telah melakukan serangkaian pengamanan, seperti penetration test, dan bekerja sama pihak industri di bidang IT.

“Kami juga sedang mengupayakan untuk sertifikasi orang untuk pengamanan TI Asian Games 2018,” kata Rudiantara.

Adapun Ketua Umum INASGOC Erick Thohir mengatakan bahwa persiapan Asian Games 2018 ini juga tidak terlepas dari serangan siber. Website cloning tentang volunteer dan sempat shut down, kata Erick.

“Namun itu dapat ditanggulangi. INASGOC karena telah memiliki Main Operation Center (MOC) untuk mengatasi serangan siber bekerja sama INAFIS Polri dan Bais TNI,” katanya.

Erick berharap sistem keamanan TI Asian Games dapat dipakai untuk perhelatan olahraga lainnya, seperti PON.

Chief de Mission (CdM) Asian Games Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan pentingnya dilibatkan banyak pihak dalam upaya penanganan sistem TI Asian Games dari serangan siber.

“Terima kasih atas bantuan BSSN dan lebih lanjut hal pengamanan TI dikoordinasikan dengan Kominfo dan (pihak) terkait.
Turut hadir dalam pertemuan Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi, dan Staf Khusus Wapres Bidang Umum Alwi Hamu.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
04-05-2018 06:33