Main Menu

Menumbuhkan Patriotisme di Ajang Lari Patriot Run 2018

Mukhlison Sri Widodo
13-05-2018 04:14

Ilustrasi

Yogyakarta, Gatra.com - Nasionalisme bukan hanya diajarkan secara akademis tapi juga dapat tumbuh melalui kegiatan-kegiatan fisik dan olahraga. 

 

Itulah semangat gelaran ajang lari Patriot Run 2018 yang digelar Universitas Mercubuana, Minggu (12/5).

Penggagas Patriot Run 2018, Arissetyatno Nugroho mengatakan Patriot Run 2018 memang dirancang untuk menumbuhkan generasi sehat jasmani yang memiliki semangat nasionalisme. 

Dengan ajang ini, olah raga berdampak pada meningkatnya patriotisme.

Menurut dia, Patriot Run memberikan tantangan bagi generasi muda Indonesia untuk berlari dengan jarak tempuh 11 kilometer yang melintasi sejumlah lokasi bersejarah.

“Dari data panitia, tercatat 2.500 pelari sudah mendaftar dan siap mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, termasuk pula sejumlah pelari luar negeri,” ujar Arissetyanto di sela persiapan Patriot Run 2018, Sabtu (12/5).

Arissetyanto menjelaskan rute yang dilintasi para pelari Patriot Run 2018 merupakan rute perjuangan pasca kemerdekaan, khususnya peristiwa pembantaian massal oleh pasukan Belanda pada warga desa Kemusuk pada agresi militer kedua, tahun 1949.

Menurut dia, pembunuhan massal tentara Belanda itu sebagai respon kalah pamornya Belanda atas Serangan Umum 1 Maret 1949. Akibatnya lebih dari 202 warga desa Kemusuk, Bantul, tewas.

“Jadi bukan sebatas lari, tetapi ada pesan sejarah yang diharapkan mampu menumbuhkan nasionalisme dan sikap patriotisme dalam diri generasi muda Indonesia,” kata Rektor UMB Jakarta ini.

Apalagi sepanjang bulan Mei terdapat peristiwa sejarah nasional penting. Pertama, pada 1 Mei Hari Kembali Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi, lalu pada 2 Mei Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yakni peringatan mengenang kegigihan Ki Hajar Dewantara, dan ketiga 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional, dan pada 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

“Selain berolah raga dan mengenang kembali peristiwa tragis di Desa Kemusuk, juga terdapat aksi sumbang buku senilai Rp100 juta dari Balai Pustaka. Sumbangan buku tersebut diserahkan ke pengelola Museum Memorial Jend. Besar Soeharto,” imbuhnya.

Anggota DPR RI, Siti Hediyati Haryadi menambahkan kegiatan Patriot Run 2018 juga rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi titik balik tumbuhnya kesadaran pentingnya pendidikan. 

Patriot Run 2018 juga sarana memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

“Melalui Patriot Run 2018 momentum sadar pentingnya pendidikan dan menguatkan nasionalisme dapat terjadi dalam satu kegiatan. Sangat baik untuk terus dilanjutkan kegiatan seperti ini,” tutur politisi Golkar ini.

Rencananya, Patriot Run 2018 disaksikan sejumlah tokoh nasional yakni Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X, Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko, Kapolda DI Y Ahmad Dofiri, Bupati Bantul Suharsono dan pejabat lainnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

 

Mukhlison Sri Widodo
13-05-2018 04:14