Main Menu

Khawatir Mengganggu Persiapan Asian Games, Menpora Diminta Selesaikan Dualisme Kepengurusan Tenis Meja

Wanto
25-05-2018 16:46

Menteri Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (GATRA/Erry Sudiyanto/RT)

Jakarta, Gatra.com - Dualisme kepengurusan di tubuh Pengurus cabang olahraga Tenis Meja ternyata belum usai. Kubu Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) yang dipimpin Komjen Pol (purn) Oegropseno meminta menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk membantu menyelesaikan kasus dualisme kepengurusan tenis meja ini. 

 

"Jelas KONI Pusat telah gagal. Tahir harusnya mundur karena dipilih dalam Munaslub yang cacat hukum dan penuh manipulasi. Sebaiknya pemerintah melalui Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) turun tangan mengambil alih. Ini harus segera dilaksanakan agar tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018,” kata Oegroseno kepada wartawan di Jakarta.

Dia siap mendukung jika Menpora mengambil alih dengan menggelar rekonsiliasi tenis meja nasional. 

Menurut Oegroseno, ketua Pengurus Besar PTMSI Dato Sri Tahir, yang dipilih dalam munas luar biasa yang digelar KONI, pernah berjanji akan mencoba menyelesaikan persoalan dualisme kepengurusan di tenis meja nasional. Namun, hingga kini, justru yang terjadi, adanya perebutan kewenangan untuk mengurusi persiapan tenis meja menjelang Asian Games 2018.  “Ini mengganggu stabilitas nasional.  Persiapan tim tenis meja ke Asian Games yang sudah diputuskan pemerintah dilaksanakan PP PTMSI mulai diganggu oleh pihak Tahir dengan adanya surat permintaan mengganti personil pelaksana," ujar Oegroseno. 

Mantan wakapolri ini  mengklaim  kepengurusan yang dipimpinnyalah yang   diakui pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta Federasi Tenis Meja Internasional dan Asia. Dalam perbincangannya dengan para wartawan itu Oegroseno menegaskan, dirinya tetap Ketua Umum PP PTMSI yang sah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal itu juga sudah diakomodir dalam pertemuan dan surat mandate dari Menteri Pemuda Dan Olahraga.

Ia menuding KONI Pusat memanipulasi dengan menggelar Munaslub yang kemudian memilih kembali Dato Sri Tahir. Menurut Oegroseno, belakangan pengurus tenis meja Sulawesi Utara menggugat keabsahan munaslub ke  Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori). Selain dianggap tidak sah, Pengprov PTMSI Sulawesi Utara menilai Tahir juga  gagal menyatukan dua kubu PTMSI.

Tahir yang disebut-sebut pernah berjanji akan  menyelesaikan dualisme kepengurusan PTMSI dianggap gagal. "Saya mendengar sendiri ucapan Tahir itu. Seharusnya jika dia memegang janji maka harus mundur karena tidak mampu menyatukan tenis meja Indonesia. Jadi, selain mengajukan gugatan ke Baori, kami menunggu apakah Tahir bisa dipegang ucapannya," ujar Ketua Pengprov Sulut Billy R Kaloh.


Reporter: Wanto
Editor: Hendri Firzani

Wanto
25-05-2018 16:46