Main Menu

Juara Catur India Menarik Diri Dari Kompetisi di Iran Karena Aturan Wajib Jilbab

G.A Guritno
14-06-2018 11:12

Tulisan Soumya Swaminathan di Facebook.(Dok. FB/re1)

New Delhi, Gatra.com - Seorang juara catur India, seperti ditulis oleh CNN, Rabu (13/6) lalu telah memutuskan untuk menarik diri dari turnamen di Iran sebagai protes atas aturan jilbab wajib negara itu. Ia mengatakan hal itu adalah pelanggaran hak asasi manusia.

 

Soumya Swaminathan, 29, mengumumkan di Facebook dia tidak akan ambil bagian dalam Kejuaraan Catur Asia mulai bulan depan di Hamadan, Iran, "karena saya tidak ingin dipaksa mengenakan Jilbab Burkha."

"Saya menemukan hukum wajib dari pimpinan Iran telah melakukan pelanggaran langsung terhadap Hak Asasi Manusia saya, termasuk hak saya untuk kebebasan berekspresi, dan hak untuk kebebasan berpikir, hati nurani dan agama," tulis Swaminathan.

"Sepertinya dalam situasi sekarang, satu-satunya cara bagi saya untuk melindungi hak saya adalah jangan pergi ke Iran."

Grandmaster wanita dan mantan juara junior putri dunia itu menambahkan dia kecewa bahwa federasi internasional tidak memberikan cukup perlindungan yang penting bagi hak dan kesejahteraan pemain ketika memilih tempat untuk kejuaraan besar. Sementara penyelenggara mengharapkan pemain untuk mengenakan gaun tim nasional atau pakaian olahraga untuk permainan, "tidak ada tempat untuk kode berpakaian keagamaan yang dapat diterapkan di olahraga," katanya, seperti ditulis CNN.

"Sementara kami olahragawan bersedia melakukan beberapa penyesuaian demi olahraga kami, selalu memberikan prioritas utama dalam hidup kami, beberapa hal tidak dapat dikompromikan."

Ayah pecatur, Jairaman Swaminathan, mengatakan kepada CNN, "Saya sangat senang dia mundur. Sebagai seorang ayah, saya merasa sangat sedih karena ini adalah turnamen penting. Tetapi kadang-kadang Anda harus mengambil sikap."

Bharat Singh Chauhan, sekretaris Federasi Catur Seluruh India, menyebut absennya Swaminathan dari turnamen "sangat disayangkan."

"Pernyataan dari Federasi Catur Dunia adalah menghormati hukum setempat, hukum negara. Itu akan (penarikan Swaminathan dari kejuaraan) menghambat peluang bagi tim India di kejuaraan. Soumya Swaminathan adalah pemain yang kuat."

Ini bukan pertama kalinya seorang atlet India ditarik keluar dari kompetisi di Iran sebagai protes atas aturan jilbabnya yang wajib.

Shooter Heena Sidhu mengundurkan diri dari Kejuaraan Shooting Airgun Asia pada 2016 di Teheran karena alasan yang sama, hal itu berdasarkan sebuah wawancara yang dia berikan kepada India Today pada saat itu.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
14-06-2018 11:12