Main Menu

Lalu Zohri Juara Dunia, Berikut Tips Lari 100 Meter yang Ok

Rohmat Haryadi
12-07-2018 11:00

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (tengah) menjadi juara U20 World Championships di Tampere, Finlandia. (Dok. PB PASI/FT02)

Tampere, Gatra.com -- Lalu M. Zohry melesat memasuki garis finish dan menduduki peringkat 1 dalam final 100 meter U20 World Championships di Tampere, Finlandia. Zohri membukukan waktu 10.18 detik (melaju 9,82 meter per detik). Sprint 100-meter adalah salah satu acara paling populer di trek atletik. Juara dunia atau Olimpiade diberi gelar pria tercepat di dunia.

 

Thelma Gomez konsultan atlet profesioanl berbagi tips agar sukses melakoni lari jarak pendek yang membutuhkan konsentrasi, konsistensi, sehingga mencapai kecepatan terbaik itu. Menurut Gomez, pemanasan yang benar penting untuk mempersiapkan tubuh. Ada dua pemenasan, untuk kinerja dalam beberapa cara. Pemanasan yang tepat bekerja untuk meningkatkan denyut jantung, suhu tubuh, aliran darah ke otot yang bekerja, merangsang sistem saraf, meningkatkan mobilitas sendi, dan meningkatkan sifat elastis serta kontraktil otot.

Berikutnya, setiap atlet harus tahu apa mengatur blok tumpuan yang benar, karena penyiapan blok yang salah dapat menghambat kinerja. Pedal depan 2 hingga 2 ¼ panjang kaki di belakang garis start. Pedal belakang harus 3 hingga 3 ¼ kaki panjang di belakang garis start. Sudut dari blok pedal harus sekitar 45 derajat. Tangan harus diposisikan dengan ibu jari dan jari telunjuk di garis start dengan lengan selebar bahu. Pinggul harus naik lebih tinggi dari bahu saat starter mengatakan "set."


Start sangat penting dalam 100 meter. Setelah sinyal mulai, kaki belakang harus memanjang sebentar dan kemudian maju ke depan dengan cepat untuk mengambil langkah pertama. Kaki depan harus diperpanjang secara paksa, mendorong atlet maju. Pinggul harus memanjang, terus mendorong tubuh ke depan dan ke atas.

Fase akselerasi adalah di mana Anda sedang membangun kecepatan. Ini sering merupakan bagian terlama dari lari. Selama fase akselerasi, fokuskan pada berbagai macam gerakan di pinggul. Angkat lutut dan maju dengan kuat dengan setiap langkah. Terus dorong tubuh secara horizontal.

Fase kecepatan maksimum adalah bagian dari sprint di mana atlet mencapai dan mempertahankan kecepatan tertinggi. Atlet harus melakukannya selama mungkin. Selama fase kecepatan maksimum, tubuh atlet akan mencapai posisi tegak. Kaki harus bergerak dalam pola siklus. Anda harus menjaga fleksibiltas pergelangan kaki dan fokus untuk meminimalkan waktu pemulihan tumit.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
12-07-2018 11:00