Main Menu

Fatayat NU Kembali Gelar Pekan Olahraga Perempuan

Mukhlison Sri Widodo
21-07-2018 20:12

Fatayat NU gelar Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018 di GOR Lembu Peteng, Tulungagung. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Tulungagung, Gatra.com - Fatayat NU kembali menggelar Perhelatan Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018. 

 

Berlangsung selama tiga hari di GOR Lembu Peteng, Tulungagung, pada 20-23 Juli. Gelaran POP region Jawa Timur ini resmi dibuka oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Raden Isnanta, beserta Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini, Jumat (20/7).

Acara pembukaan berlangsung cukup mereka dan diikuti oleh 1500 orang peserta yang diawali dengan senam massal dan doa bersama.  Pembukaan POP ditandai dengan pelepasan ratusan balon oleh peserta.

Dalam sambutannya, Anggia menegaskan niat kuat Fatayat NU untuk memajukan bangsa melalui ajang olahraga. POP dimaksudkan untuk membudayakan olahraga terutama bagi perempuan.

"Kalau olahraga sudah menjadi gaya hidup dan membudaya, lama-lama orang akan merasa olahraga itu hal yang ringan dan gampang dilakukan dan saya yakin perempuan yang disebut sebagai tiang negara harus sehat lahir batin agar negara ini kuat," ujarnya.

Anggia mengaku Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat aktifitas fisik yang rendah. Salah satu indikatornya adalah olahraga masih belum rutin dilakukan. 

"Terutama bagi perempuan, olahraga masih dianggap hal yang serius dan biasanya lelaki saja yang suka," tambahnya.

Anggia berharap acara POP ini bisa  membangunkan semangat perempuan dalam berolahraga. Bahwa pemahaman olahraga itu sebagai dasar kesehatan fisik agar mereka menjadi sehat sangat penting ditanamkan. 

Selain itu, POP ini merupakan ajang pelestarian olahraga tradisional. Gobak sodor menjadi salah satu cabor magnetik bagi peserta.

Pembudayaan olahraga tradisional menjadi ciri ajang POP. Anggia mengajak peserta dan seluruh masyarakat untuk "nguri-nguri" (menjaga dan melestarikan) olahraga tradisional yang merupakan produk asli Indonesia. 

"Seperti mengenang masa kecil dulu, katika main sodor dan menang rasanya bangga sekali. Nah, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan ini?," tegasnya. Raden Isnanta mengapresiasi gelaran ini. Menurut dia, aa lima prinsip olahraga yang mudah sekali untuk diingat, yaitu 5M (murah, meriah, manfaat, mudah, massal). 

"Dan ini ajang olahraga perempuan pertama yang berbasis organisasi, ini luar biasa," terangnya.  Isnanta mengakui kegiatan semacam ini perlu ditindaklanjuti terutama untuk olahraga tradisional. Ia berharap tahun-tahun berikutnya ada cabor-cabor lain yang bisa di tampilkan.

Sebagai informasi, gelaran POP region Jatim ini diikuti oleh sedikitnya 31 organisasi perempuan dan club dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dengan tiga cabor yang dipertandingkan yaitu bola voli, bulutangkis dan gobak sodor.  Dengan total keseluruhan peserta mencapai 385 orang dengan klasifikasi cabor bola voli 16 tim, bulutangkis 15 tim dan gobak sodor 16 tim.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
21-07-2018 20:12