Main Menu

Pelatih Olahraga Tak Minat Ikut Pelatihan

Mukhlison Sri Widodo
23-07-2018 23:01

Kemenpora mendorog pelatih meningkatkan skill kepelatihan (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Program bimbingan teknis Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga tak diminati para pelatih olahraga. 

 

Padahal Presiden Joko Widodo memerintahkan 100 ribu pelatih mendapat pelatihan dan sertifikat kepelatihan.

Kondisi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Ahmad Arsani saat membuka pelatihan pelatih atletik di Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Senin (23/7).

“Sejak kami luncurkan Februari lalu, minimnya pelatih yang hadir dalam pelatihan adalah kendala utama. Sering kali dalam satu pelatihan saat pembukaan hadir 500 peserta, makan siang jadi 250, dan sore hari tinggal 50 peserta saja,” jelasnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ahmad mengatakan, sering kali pelatih menilai materi pelatihan adalah materi dasar yang sudah mereka kuasai sehingga minat untuk meneruskan pelatihan yang berlangsung minimal tiga hari pun berkurang.

Padahal program ini dilaksanakan Kemenpora untuk meningkatkan sumber daya keolahragaan demi mengingatkan jumlah pelatih dan tenaga organisasi olahraga. 

Harapannya, program ini melahirkan pelatih berkualitas untuk 50 cabang olahraga yang dilombakan di tingkat internasional dan nasional.

Melihat rendahnya minat  pelatih ikut pelatihan, Kemenpora kemudian mengajak guru olahraga untuk ikut serta.

“Kebanyakan guru belajar otodidak. Sehingga ketika mengikuti pelatihan mereka akan mendapat sertifikat kepelatihan dan bisa menyebarluaskan ke anak didik,” kata Ahmad.

Untuk menarik minat para pelatih pemula ikut program ini, Kemenpora akan menyusun ulang kurikulum pelatihan sehingga materi bisa diterima para pelatih dalam waktu singkat.

Ahmad menyatakan sesuai instruksi Presiden, tahun ini 100.000 pelatih mendapat pelatihan dan sertifikasi. 

Targetnya pada 2019 pemeringkatan untuk pelatih tingkat nasional dan internasional bisa diterapkan.

“Target panjang kami adalah setiap pelatih cabor menghasilkan satu bibit unggul yang potensial,’’ katanya.

Diselenggarakan hingga Jumat (27/7), kursus pelatihan ini melibatkan 60 pelatih cabor atletik se-DI Yogyakarta.

Kepala Bidang Bimbingan dan Prestasi (Binpres) KONI DI Yogyakarta Ria Lumintuarso menyambut baik program peningkatan kualitas dan kapasitas pelatih. 

Ia berharap pelatihan ini melahirkan pelatih yang mampu menghasilkan atlet potensial.

“Prestasi dunia olahraga Indonesia sudah masuk level internasional. KONI berharap program pelatihan yang hampir bersamaan dengan Asian Games mampu memacu pelatih memberikan yang terbaik,” katanya.

Ria ingin pelatihan bagi cabor lain juga bisa digelar di DI Yogyakarta.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
23-07-2018 23:01