Main Menu

Eksplorasi Jalur Batik Melalui Mandiri Tjanting Run

Annisa Setya Hutami
25-07-2018 16:26

Mandiri Tjanting Run 2018. (Dok.Tjantingfunday/RT)

Jakarta, Gatra.com- Berangkat dari kesadaran akan pelestarian budaya lokal, Yayasan Tjanting Batik Nusantara (TBN) kembali menggelar lomba lari.

 

Ketua Yayasan, Bonny Widjoseno mengatakan Mandiri Tjanting Run yang diadakan pada 7 Oktober 2018 akan lebih mengeksplorasi motif batik sebagai ciri khas daerah, khususnya wilayah Pekalongan. Rute berada di kawasan BSD Tanggerang Selatan.

"Kita lakukan pilar ketiga yaitu lintas generasi. Agar batik dikenal oleh anak muda. Berharap supaya generasi milenial tidak sekedar ikut lari. Selain berolahraga, mereka juga mendapatkan informasi mengenai motif Jlamprang," katanya pada konferensi pers pada Rabu ( 25/7).

Motif ini terlihat dari bentukan garis geomatris, segi empat dan titik-titik menyerupai tenun. Ditargetkan mahasiswa dan pelajar banyak mengikuti dan memahami motif batik Pekalongan tersebut. Pendaftaran dilakukan mulai Mei hingga September 2018.

" Memaknai motif Jlamprang, memaknai harmoni dalam perbedaan. Motif tercipta dari rasa persatuan dan melebur perbedaan dalam kekuatan budaya bangsa," ujar Event Director Mandiri Tjanting Run, Erna Laksmana.

Acara yang disponsori oleh bank Mandiri ini akan menggandeng seniman lokal. Mereka akan berpartisipasi dalam web series semi dokumenter.

Selain itu bekerjasama dengan kolektor sepatu untuk menuangkan kreasinya di atas sepatu kolektor.

Sama seperti tahun sebelumnya, terdapat dua kategori yaitu 10 K dan 5 K. Pelari dapat mengkombinasi kostum lari dengan motif batik.

Kreativitas terbaik akan mendapatkan penghargaan khusus. Tidak hanya itu, secara tidak langsung peserta melakukan donasi terhadap pendidikan. Hal ini karena TBN bersinergi dengan GNOTA.


Reporter: Annisa Setya Hutami 
Editor : Mukhlison 

Annisa Setya Hutami
25-07-2018 16:26