Main Menu

Saatnya Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Arif Prasetyo
03-09-2018 17:16

Lalu Muhammad Zohri . (Dok.PB PASI/re1)

Jakarta, Gatra.com – Luar biasa! Perolehan atlet Indonesia yang berlaga di ajang olahraga se-Asia baru-baru ini. Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 mampu menorehkan 31 medali emas. Jumlah itu merupakan rekor terbanyak Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games, dengan selisih 20 medali emas dibandingkan di Jakarta 1962.

 

Seluruh masyarakat Indonesia tentu bangga dengan torehan medali yang melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Saat pelepasan tim kontingen Indonesia, pemerintah hanya menargetkan berada di posisi sepuluh besar.

Jika melihat pengumpulan medali emas terbanyak separo medali berasal dari cabang olahraga pencak silat. Cabang olahraga ini hanya diadakan di Asian Games, sedangkan di event Olimpiade pencak silat tidak dipertandingkan. Maka tak heran Indonesia mampu memborong medali emas meninggalkan negara lain.

Indonesia seharusnya memperhatikan cabor yang banyak mempersembahkan medali yang juga dipertandingkan di level Olimpiade seperti renang dan atletik.

Coba tengok perolehan medali saat berlaga misalnya di Olimpiade 2012 lalu. Indonesia hanya menempati peringkat 63 dari 204 peserta. Perolehan medali berasal dari cabang angkat besi diraih Triyatni (angkat besi 333 kg) untuk medali perak, sedangkan Perunggu: cabang angkat besi diraih Eko Yuli Irawan (angkat besi 317 kg).

Cabor lainnya seperti bulutangkis kadang-kadang menyumbang emas seperti pada Olimpiade Athena 2004: Medali Emas: cabang bulutangkis diraih Taufik Hidayat (tunggal putra), Medali Perunggu diraih Sony Dwi Kuncoro (tunggal putra) dan Flandy Limpele/Eng Hian (ganda putra).

Begitu juga Olimpiade Beijing 2008, Medali Emas: cabang bulutangkis diraih Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra). Medali Perak: cabang bulutangkis diraih Nova Widianto/Lilyana Natsir (ganda campuran) dan Medali Perunggu : cabang bulutangkis diraih Maria Kristin Yulianti (tunggal putri).

Kini saatnya Indonesia memperhatikan cabor yang mendulang medali juga dipertandingkan di Olimpiade. Cabor atletik misalnya sudah mempersiapkan diri sejak awal untuk meraih prestasi terbaik di Olimpiade Tokyo pada 2020.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Bob Hasan, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan Lalu Muhammad Zohri untuk ajang yang lebih besar yakni Olimpiade Tokyo dua tahun mendatang.

Sebelumnya, Ia mampu menjadi juara lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 IAAF di Finlandia 2018 lalu. Kini PB PASI sedang memoles Zohri agar pada puncaknya nanti di Olimpiade Tokyo mampu bersaing dengan pelari dunia lainnya, bahkan meraih medali.

Di Asian Games kemarin atletik menurunkan atlet usia muda dengan harapan bisa meraih prestasi di tingkat yang lebih besar. Boleh jadi Asian Games merupakan ajang pemanasan untuk mengukur prestasi.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
03-09-2018 17:16