Main Menu

Kepala Anti-doping Rusia Pesimis Lembaganya Diakui di WADA

Arif Prasetyo
06-09-2018 05:51

Ilustrasi - Doping (REUTERS/FT02)

Artikel Terkait

Moskow, Gatra.com - Kepala badan anti-doping Rusia kecewa tentang prospek organisasi itu dipulihkan menjadi Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

 

Badan pengatur atletik dunia mengatakan, akan menegakkan larangan Rusia dari kegiatan lintasan dan lapangan atas doping massal sampai pemulihan semacam itu terjadi.

"Prakiraan saya negatif," kata Direktur Jenderal RUSADA, Yury Ganus, dalam konferensi pers di Moskow mengenai kemungkinan pendaftaran kembali ketika komite eksekutif WADA akan bertemu pada 20 September.

Ganus, seperti dilansir AFP, Rabu (5/9), yang ditunjuk sebagai ketua RUSADA tahun lalu, mengatakan WADA berada di bawah "tekanan besar, termasuk tekanan politik".

RUSADA diskors dari organisasi dunia pada November 2015 menyusul terungkapnya skandal doping besar yang melibatkan laboratorium pengujian narkoba utama Moskow.

WADA telah menetapkan peta jalan yang merinci jalur yang harus dilakukan untuk bergabung kembali dengan barisan otoritas penguji yang diakui.

RUSADA telah melihat perubahan serius staf dan reformasi yang ditujukan untuk memulihkan reputasi lembaga tersebut.

Badan tersebut telah diizinkan untuk melanjutkan tes doping di bawah pengawasan pengawas yang ditunjuk WADA dan Badan Anti-Doping Inggris. Namun, gagal memenuhi dua kondisi WADA.

Ini memberikan akses ke laboratorium Moskow dan sampel yang disimpan di sana, serta menerima sepenuhnya hasil laporan bom McLaren ke doping Rusia.

Ketidakpatuhan Rusia telah menyebabkan kebuntuan atletik. Atlet trek dan atlet Rusia dilarang berkompetisi dari Olimpiade 2016 dan 2017 Kejuaraan Dunia di London, dengan pengecualian segelintir atlet Rusia yang bersaing di bawah bendera netral.

Negara ini juga secara resmi dilarang ikut serta dalam Olimpiade Musim Dingin tahun ini, tetapi 168 atlet yang dianggap "bersih" diizinkan untuk bersaing sebagai netral.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
06-09-2018 05:51