Main Menu

Terkait Penanganan Pelecehan Seksual, Ketua Olimpiade Amerika Probst Mundur

Arif Prasetyo
11-09-2018 06:08

Ketua Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) Larry Probst (REUTERS/Brian Snyder/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Ketua Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) Larry Probst akan mengundurkan diri pada akhir tahun ini setelah menghadapi kritik atas penanganan skandal pelecehan seksual. Demikian organisasi Olimpiade Amerika mengumumkan kepada publik.

 

Probst akan digantikan oleh Susanne Lyons, anggota dewan independen USOC yang hingga bulan lalu menjabat sebagai chief executive officer USOC.

Lyons, yang akan memulai masa jabatan empat tahun sebagai ketua pada 1 Januari 2019, diganti sebagai kepala eksekutif USOC bulan lalu oleh Sarah Hirshland.

"Kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari seluruh komunitas atlet kami, terutama mereka yang selamat dari skandal pelecehan seksual baru-baru ini," kata Lyons, seperti dikutip AFP Sports, Selasa (11/9).

Mantan dokter tim senam Amerika Serikat, Larry Nassar, menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan pelecehan seksual, dengan lebih dari 350 perempuan dan anak perempuan, yang mengatakan mereka disiksa oleh Nassar.

Skandal pelecehan lainnya melibatkan atlet perenang dan taekwondo telah mendorong penyelidikan dengan USOC menyetujui kerjasama penuh.

"Kami gagal melindungi atlet kami," kata Probst.

"Saya berada di puncak rantai makanan jadi saya menganggap ini sangat pribadi. Kami sangat menyesal atas apa yang terjadi. Kami sangat berempati terhadap para korban kami."

Probst mengatakan, itu "waktu yang ideal" untuk pergi mengingat Hirshland yang mengambil alih dan kesempatan untuk menjaga Lyons di posisi teratas, perubahan dalam kepemimpinan untuk dua pemimpin wanita merupakan sinyal perubahan budaya untuk membuat atlet menjadi prioritas yang lebih tinggi.

Probst mengatakan, dirinya akan bertemu dengan Presiden IOC Thomas Bach dalam beberapa pekan di New York untuk melihat peluang terkait Olimpiade di masa depan.

Sementara, Lyons mengatakan dia ingin menekankan bahwa atlet dan keselamatan mereka adalah prioritas yang lebih besar daripada uang atau medali bahkan ketika USOC mencoba untuk mengatasi semua area untuk memenuhi misinya.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
11-09-2018 06:08