Main Menu

Kementerian Sosial Latih Volunteer Asian Para Games 2018

Umaya Khusniah
14-09-2018 06:58

Kementerian Sosial latih volunteer Asian Para Games 2018. (Dok. Kemensos/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Sosial mberikan pelatihan kepada koordinator volunteer pendamping penyandang disabilitas untuk Asian Para Games 2018. Para volunteer ini akan bekerja sepanjang perhelatan akbar ini.

 

 

Menurut Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (12/9), Volunter Pendamping Penyandang Disabilitas merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan Indonesia Asian Para Games 2018.

"Kementerian Sosial akan mengawal ketat dan serius pendampingan yang dilakukan volunteer kepada atlet dan penonton penyandang disabilitas," ujar Agus.

Menurut Agus, volunter harus memahami perspektif disabilitas termasuk identifikasi hambatan, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, serta pemahaman dasar tentang aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Artinya, pendampingan kepada penyandang disabilitas memerlukan keahlian, keterampilan, dan pengetahuan tentang keterbatasan dan kebutuhan khusus penyandang disabilitas.

Sesuai dengam Keputusan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Para Games 2018, pada pasal 5 disebutkan bahwa Menteri Sosial merupakan anggota Panitia Pengarah dan merupakan Wakil Ketua I Panitia Penyelenggara Indonesia Asian Para Games 2018. Jadi kata Agus, Kementerian Sosial mengawal penuh upaya untuk mendorong kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games yang ramah disabilitas.

Lalu bidang tugas apa saja yang menjadi tugas Kementerian Sosial? Bidang tugas Kementerian Sosial meliputi memberikan pelatihan kepada koordinator volunter Asian Para Games, memfasilitasi penyediaan transportasi yang memenuhi persyaratan aksesibilitas untuk peserta Asian Para Games.

Selanjutnya Kementerian sosial akan melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas panti sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), monitoring dan evaluasi pada fasilitas yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018, memfasilitasi penyandang disabilitas yang akan menyaksikan pertandingan, serta membantu mengkoordinasikan Games Legacy Asian Para Games 2018 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ramah disabilitas.

Demi kenyamanan selama penyelenggaraan kegiatan, Kementerian Sosial juga menyediakan 6 mobil Akses Disabilitas.

Pelatihan untuk volunteer pendamping penyandang disabilitas digelar di Jakarta, pada 11—13 September 2018. Acara ini telah dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras. Sebanyak 330 koordinator volunter mengikuti kegiatan ini.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan bahwa Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Sementara Indonesia Asian Para Games 2018 adalah ajang olahraga khusus atlet dengan disabilitas pertama tingkat Asia yang diselenggarakan di Indonesia. Kegiatan ini merupakan pemenuhan hak para penyandang disabilitas di bidang keolahragaan tingkat Asia.

Menurut Agus, pelayanan yang baik, keramahan, kenyamanan dan keamanan bagi para atlet penyandang disabilitas memang sangat penting.

"Seluruh mata memandang ke Indonesia dan akan melihat bagaimana kita memberikan penghormatan yang bermartabat dan kesetaraan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam Asian Para Games Tahun 2018 ini," pungkasnya.

 


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
14-09-2018 06:58