Main Menu

Australia Kecam WADA atas Pencabutan Badan Anti-doping Rusia

Arif Prasetyo
21-09-2018 13:31

Presiden WADA Craig Reedie (Reuters/yus4)

 

 

Jakarta, Gatra.com - Australia mengecam keputusan untuk mencabut larangan badan anti-doping Rusia, Jumat, mengatakan itu bisa merusak kepercayaan atlet dalam perang melawan narkoba.

 Gerakan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sebelumnya telah membuka jalan bagi atlet Rusia untuk kembali ke kompetisi di semua cabang olahraga.

Pernyataan itu telah mendapat kecaman dari Amerika Serikat dan negara lain, yang menuduh WADA menyerah pada tekanan dari Komite Olimpiade Internasional.

Kepala Eksekutif Otoritas Anti-Doping Australia David Sharpe mengatakan, para administrator harus ingat bahwa olahraga adalah tentang atlet dan penggemar.

"Para atlet saat ini memiliki hak untuk merasakan sistem telah gagal," katanya, seperti dikutip AFP Sports, Jumat (21/9).

ASADA adalah penandatangan pernyataan yang dikeluarkan sebelum pertemuan pada hari Kamis yang menyerukan pemungutan suara pada kembalinya RUSADA badan Rusia untuk ditunda sampai sepenuhnya memenuhi semua kondisi dalam peta jalan yang dibuat oleh WADA.

Sharpe mengatakan, keputusan itu memperkuat komitmennya untuk mengejar olahraga yang bersih dan adil.

"Lebih dari sebelumnya atlet perlu diyakinkan bahwa fokus dari lembaga anti-doping seperti ASADA tetap ada, memastikan ada level arena bermain," katanya.

"ASADA berkomitmen untuk bekerja secara internasional dengan mitra anti-doping nasionalnya untuk menutup kesenjangan dan memperkuat program mereka."

Presiden WADA Craig Reedie mengatakan, memulihkan RUSADA tunduk pada kondisi yang ketat, termasuk "jadwal yang jelas di mana WADA harus diberikan akses ke data dan sampel laboratorium Moskow sebelumnya".

Dia mengatakan bahwa jika itu tidak dipenuhi, maka larangan terhadap lembaga anti-doping Rusia akan diperkuat.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
21-09-2018 13:31