Main Menu

Korea Selatan dan Korea Utara Bersatu dalam Asian Para Games 2018

Umaya Khusniah
23-09-2018 14:02

Korea Selatan dan Korea Utara. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Korea Selatan dan Korea Uata akan bersatu di bawah satu bendera dalam laga Asian Para Games 2018. Hal ini disampaikan Komite Paralimpik Asia (APC).

Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah bagi kedua negara dimana untuk kali pertama terjadi di ajang paralimpik. Ada 100 atlet dari Korea Selatan dan 20 atlet dari Korea Utara. Atlet pembawa bendera dari masing-masing negara akan membawa bendera Unifikasi Korea di bawah nama Korea (COR).

Sementara lagu kebangsaan yang dinyanyikan adalah Arirang, sebuah lagu tradisional dari tahun 1920-an. Untuk seragam, mereka akan mengenakan seragam dengan desain yang sama dengan bendera unifikasi.

Kedua negara menurunkan tiga tim gabungan untuk bertanding dalam dua cabang olahraga. Pertama, satu tim di cabang renang di nomor Men’s 4 x 100m Relay (34p). Kedua, dua tim di cabang tenis meja, yakni di nomor Men’s TT6-7 Team dan Men’s TT8 Team. Untuk cabor lain, kedua negara akan bertanding terpisah.

Menurut Presiden APC Majid Rashed, marching bersama bagi kedua negara sebetulnya telah terjadi di Olimpiade musim dingin di PyeongChang dan di Asian Games Jakarta-Palembang baru-baru ini. Namun, ini adalah pertama kalinya kedua negara berparade beriringan dan berkompetisi bersama di ajang paralimpik.

Majid juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada IPC (International Paralympic Committee), federasi-federasi olahraga internasional, dan INAPGOC. Atas inisiatif dan dukungah lembaga -lembaga ini, kedua negara dapat berjalan beriringan.

"Kami sangat bangga bahwa Asian Para Games akan menjadi ajang penyebaran pesan perdamaian ke seluruh dunia,” tambahnya.

Sementara Presiden IPC, Andrew Parsons merasa senang mendengar kabar bersatunya kedua negara. “Gestur ini sekali lagi menunjukkan kemampuan olahraga dalam menyatukan bangsa dan membawa pesan perdamaian kepada dunia. Kami mengharapkan yang terbaik bagi para atlet yang bertanding di Jakarta,” ujarnya.

CEO Federasi Internasional Tenis Meja (ITTF), Steve Dainton mengatakan ITTF bangga mendukung pembentukan tim tenis meja Unifikasi Korea di Asian Para Games. Tenis meja mendorong perdamaian dunia melalui diplomasi ping pong sejak lama.

"Kami senang dapat berkontribusi untuk kembali mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea. Momentum ini terus berlanjut dan tumbuh semakin kuat, dengan bertandingnya Korea Utara dan Selatan sebagai satu tim di Asian Para Games," ungkap Steve.

Umaya Khusniah
23-09-2018 14:02