Main Menu

Tresna Puspita Ingin Lebih Lama Dilatih Pelatih Asing

Edward Luhukay
07-01-2015 12:50

Tresna Puspita Gusti Ayu (GATRA/Rifki M Irsyad)Jakarta, GATRAnews - Kehadiran pelatih asal Jerman Micharl Deyhle dan Dieter Kollark yang didatangkan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) membuat kebanggan tersendiri bagi Tresna Puspita Gusti Ayu. Atlet pelatnas junior lontar martil ini mengaku banyak ilmu yang diserap dari kedua pelatih tersebut.

"Saya akui banyak perbedaan dari pelatih asal Jerman tersebut, mereka lebih banyak mengajarkan teknik dan lebih bervariasi. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyerap ilmu mereka," ungkap atlet asal Jawa Barat itu saat dihubungi GATRAnews, Selasa (6/1).

Seperti diketahui sebelumnya, untuk meningkatkan prestasi khususnya nomor lempar, PB PASI mendatangkan dua pelatih asing. Mereka menggelar  couching clinik kepada 20 pelatih dan 15 atlet terpilih pada 5-10 Januari mendatang di Stadion Madya, Jakarta.

Deyhle merupakan pelatih atletik nasional Jerman (DLV) sejak 2001 dengan spesialisasi lontar martil. Dia juga bekas pelatih Betty Heidler, atlet Jerman juara dunia 2007 dan pemegang rekor dunia 2009-2011.

Sedangkan Kollark, adalah pelatih spesialis tolak peluru dan lempar cakram. Dia juga pelatih atlet Jerman Astrid Kumbernuss, juara dunia tolak peluru 1995, 1997, dan 1999 dan juara Olimpiade 1996. Pelatih berusia 70 tahun itu juga pernah membawa atlet Jerman Franka Dietzsch menjadi juara dunia lempar cakram 1999, 2005, 2007.

Menurut Kresna, dirinya berharap agar pelatih asal Jerman terbut bisa lebih lama berada di Indonesia. Hal ini agar mereka lebih banyak lagi mengeluarkan ilmu dan pengalamannya kepada para atlet pelatnas.

"Saya berharap mereka bisa lebih lama di Indoesia, karena banyak hal positif yang bisa diambil. Tapi itu semua tergantung pimpinan di PB PASI, karena kontrak mereka hanya seminggu," katanya.



Penulis: Wanto
Editor: Edward Luhukay {jcomments on}

Edward Luhukay
07-01-2015 12:50