Main Menu

Tim Atletik Indonesia Raih Hasil Maksimal di Singapura Terbuka 2015

Edward Luhukay
08-04-2015 07:54

Iswandi (ANTARA/Yudhi Mahatma)Jakarta, GATRAnews - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) merespons positif raihan juara umum tim atletik Indonesia pada ajang Singapura Terbuka 2015 pada 4-5 April 2015. Ajang tersebut merupakan bagian dari persiapan tim pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games 2015 Singapura.

Dalam kejuaraan tersebut, tim atletik Indonesia meraih 9 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu, pada ajang yang sudah 77 kali diselenggarakan itu. Manajer pelatnas SEA Games cabang olahraga atletik, Paulus Lay, mengatakan bahwa dari ajang itu atlet atletik Indonesia yang diandalkan di SEA Games 2015, makin mendekati capaian terbaiknya, tim estafet 4x100 m putra bahkan berhasil memecahkan rekor nasional di Singapura Terbuka.

Tim estafet putra yang terdiri dari Yaspi Bobby, Mohammad Rozikin, Iswandi, dan Yudi Dwi Nugroho mencatatkan waktu 39,68 detik. Capaian itu lebih tajam 0,10 detik dibandingkan rekornas sebelumnya yang dicetak Fadlin, Suryo Agung Wibowo,  Farrel Octaviandi, dan Franklin Ramses Buruni pada Asian Games 2010 di Guangzhou, Tiongkok.

Selain nomor estafet putra, nomor estafet putri yang diperkuat Serafi Anelis Unani,  Irene Alisjahbana, Tri Setyo Utami, dan Niafatul Aini, juga sukses menyumbang medali emas. Disamping itu, Maria Natalia Londa (lompat jauh), Dedeh Erawati (lari gawang), Tri Setyo Utami (100 m putri), Iswandi (100 m putra), Trianingsih (5000 m putri),  Agus Prayogo (5000 m putra), dan Ridwan (1500 m putra) juga menyumbang emas bagi Indonesia.

Meski demikian, Paulus menilai masih banyak ruang untuk meningkatkan performa atlet atletik Indonesia sebelum berlaga di SEA Games Singapura 5 -16 Juni mendatang. Saat ini, Paulus menilai secara persentase performa atlet Indonesia telah mencapai 90% dari kemampuan terbaiknya.

"Pelatih masing-masing nomor nanti yang akan melihat kekurangannya secara detail. Misalnya pada nomor estafet dilihat pemberhentiannya apakah sudah mulus. Di nomor sprint, bagaimana menjaga kondisi rileks hingga garis finish, begitu juga nomor lari jarak menengah, dilihat langkahnya apa masih bisa ditingkatkan. Daya tahan dan mental juga akan dilihat," ungkapnya dalam rilis yang diterima wartawan.

Singapura terbuka menjadi satu-satunya ajang uji coba bagi atlet atletik Indonesia. Jatah dua kali uji coba dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas, menurut Paulus sulit untuk terpenuhi karena ketiadaan jadwal lomba dalam waktu dekat. Taiwan Terbuka yang berlangsung pada bulan Mei mendatang, dinilainya terlalu mepet dengan jadwal pertandingan di SEA Games Singapura.

Tim seleksi Satlak Prima, Hadi Wihardja juga menyambut baik hasil positif yang diraih tim atletik Indonesia pada ajang Singapura Terbuka. Ia berharap, kontingen atletik Indonesia tidak lekas puas dengan hasil yang diraih di Singapura dan mampu mempertahankannya saat berlaga di SEA Games nanti.



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay {jcomments on}

Edward Luhukay
08-04-2015 07:54