Main Menu

SEA Games 2015: Atletik Sumbang Dua Emas Hari Ini

Dani Hamdani
10-06-2015 20:47

Maria Natalia Londa meraih emas di Sea Games 2015 Singapura (Jongki/GATRA)Singapura, GATRAnews - Harapan Indonesia untuk menambah perbendaharaan medali emas dari cabang Atletik akhirnya terpenuhi. Pada hari keenam penyelenggaraan SEA Games ke-28 Singapura 2015, tim Atletik Indonesia berhasil menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu.  Dua medali emas disumbangkan Pelari Agus Prayogo di nomor 10.000 meter dan Peloncat jauh Maria Natalia Londa. Sementara medali perunggu diraih sprinter asal Nusa Tenggara Barat Andrian di nomor 400 M gawang.

 

Dengan perolehan dua emas ini, maka cabang atletik Indonesia telah menyumbang  4 medali emas, 3 perak dan dua perunggu atau hampir melampaui target enam emas yang dibebankan Pemerintah. Atlet-atlet Indonesia masih berpeluang meraih medali emas dari atlet Triyaningsih di nomor lari jarak jauh 10000 meter  yang akan berlaga pada Kamis besok (11/6/2015), Maria  Londa (Lompat jangkit), Rini Budiarti (3000 m steeplechase) dan Dedeh Erawati (100 M gawang).

 

Selain itu, para atlet estafet khususnya estafet 4 x 100 meter putra juga masih punya peluang besar  meraih medali emas. “Semoga saja (meraih emas), Tapi kita boleh mendahului ketentuan Tuhan,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

 

Ia melihat sejumlah negara mengalami kemajuan dalam prestasi, diantaranya  tuan rumah Singapura, dan Vietnam. Apalagi , Filipina yang diperkuat atlet hasil Naturalisasinya yang berhasil mengawinkan medali emas sprint 100 meter putra putri. “Indo Amerikanya Filipina ini yang tidak kita prediksi, karena pada SEA games sebelumnya, dia turun di nomor 400 m gawang, sekarang malah kuat di sprint 100 M,” ujar Tigor Tanjung. 

 

Hal itu diakui atlet Agus Prayogo. Sersan satu TNI AD ini,  terpaksa merelakan medali emas 5000 meter setelah dipecundangi atlet  Vietnam Nguyen Van lai di putaran akhir lomba, pada hari selasa lalu. “Tapi, hari saya berhasil membalas ‘dendam’ dengan mengalahkannya di 10.000 m,” ujar Agus.

 

Sejak awal lomba Agus langsung memimpin dana secara konsisten berusaha meninggalkan lawan-lawannya di belakang dan masuk finish dnegan catatan waktu 28;41.56 detik. Dalam lomba yang mengambil lintasan di National Stadium sebanyak 25 putaran tersebut, Nguyen malah tercecer di posisi keenam.  Sementara posisi kedua dan ketiga nomor 10.000 meter dikuasai pelari Thailand Srisung Boonthung (30;05.22) dan pelari Myanmar San Naing (30;26.23).  “Tapi, catatan waktu saya kali ini, bukan  waktu yang terbaik saya, karena waktu terbaik saya 29;25.00,” ujar Agus. 

 

Catatan waktu terbaik justru diperoleh Maria Londa. Gadis asal Bali berusia 24 tahun ini malah berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. Maria mencatat lompatan sejauh 6,70 meter atau lebih baik daripada rekornas sebelumnya yang dibuatnya di ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan yaitu 6,55 M. “Tapi saya belum bias memecahkan rekor SEA Games, 6,71 M,” ujar Maria Londa.

 

Menurut Maria, hasil yang didapatnya dipersembahkan bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan support kepadanya selama ini, dan kepada orang tua serta pelatihnya Ketut Pageh, yang akan berulangtahun pada tanggal 29 Juni mendatang. Maka, ia berharap bisa menambah raihan medlai emas, dari nomor lompat jangkit pada hari kamis, 11 juni 2015.   

 

Kabar baik juga buat Maria, dengan hasil SEA Games ini, sekaligus ia  lolos ke olimpiade 2016 dan kejuaraan dunia atletik di beijing China, Agustus mendatang dan Olympiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. 

 

Pada SEA Games kali ini, Atletik Indonesia mengirim 23 atlet terbaiknya ke ajang SEA Games 2015 Singapura. Besok akan dipertandingkan partai penyisihan 110 meter gawang yang akan menurunkan atlet Rio Maholtra, partai final nomor Lompat jangkit (Maria Londa), lari 10000M putri (Triyaningsih), lari gawang Putri 100 M (Dedeh Erawati dan Emilia Nova).  


Reporter: Hendri Firzani

Editor: Dani Hamdani 

 

Dani Hamdani
10-06-2015 20:47