Main Menu

Lampaui Target Atletik Raih 7 Emas di Sea Games 2015

Dani Hamdani
12-06-2015 20:06

Muhammad Bob Hasan bersama Maria Londa di Sea Games 2015 Singapura (Gatra/Jongki)Singapura, GATRAnews -  Menutup keseluruhan perlombaan Atletik Sea Games 2015 di Singapura. Tim Atletik Indonesia berhasil menambah satu medali emas dari nomor 3000 M Steeplechase Putri lewat atlet Rini Budiarti. Atlet asal DKI Jakarta ini , mampu masuk garis finish dengan catatan waktu 10 menit 20.40 detik mengguguli lawan terberatnya asal Vietnam Thi Phuong Nguyen yang mencatat waktu 10 menit 32, 61 detik dan Pelari Filipina Jessica Lynn Barnard dengan waktu 10 menit 36.90 detik.  

 

 

Perolehan medali emas dari Rini membuat tim Atletik Indonesia berhasil mengumpulkan tujuh medali emas  4 perak dan 4 perunggu.  Hasil ini melampaui target yang ditetapkan KONI yaitu sebanyak enam medali emas. “Kami tentu sangat bersyukur bisa melampaui target medali emas,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

 

Dari keseluruhan perolehan medali emas SEA Games 2015 yang diperoleh Indonesia hingga hari ini, Tigor menambahkan, Atletik berhasil menyumbang lebih dari 20 % nya. Selain Rini Budiarti, emas Atletik Indonesia diperoleh dari atlet Triyaningsih yang meraih dua medali emas di nomor 5000 m dan 10000 meter, atlet Maria Natalia Londa yang juga meraih dua medali emas (Lompat jauh dan Lompat jangkit), Hendro (Jalan cepat) dan Agus Prayogo (10000M).

 

Sementara 4 medali perak diraih  Rini Budiarti dari nomor 5000 M, Yaspi Boby (100 m), Agus Prayogo (5000 M), dan Dedeh Erawati (100 M gawang).  Sementara medali perunggu diraih atlet Atjong Tio Purwanto (3000 m steeplechase), Iswandi (100 M), Andrian (400 m gawang), dan Tim Estafet putra (4 x 100M).    

 

Menurut Tigor Tanjung, sejumlah negara mengalami kemajuan dalam prestasi, diantaranya  tuan rumah Singapura, dan Vietnam. Begitu pula, Filipina yang secara keseluruhan berada di bawah Indonesia khususnya setelah diperkuat atlet indoamerika. “Indo Amerikanya Filipina ini yang tidak kita prediksi, karena pada SEA games sebelumnya, dia turun di nomor 400 m gawang, sekarang malah kuat di sprint 100 M,” ujar Tigor Tanjung. 

 

Dari hasil SEA Games ini, menurut Tigor, PB PASI akan melakukan evaluasi dan terus meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan atletik Indonesia sehingga bisa terus bersaing dan kembali mendominasi atletik di Asia tenggara dan bahkan di Asia. .

 

Kemajuan atlet Vietnam juga diakui atlet Agus Prayogo. Sersan satu TNI AD ini,  terpaksa merelakan medali emas 5000 meter setelah dipecundangi atlet  Vietnam Nguyen Van lai di putaran akhir lomba, pada hari selasa lalu. “Tapi, hari saya berhasil membalas ‘dendam’ dengan mengalahkannya di 10.000 m,” ujar Agus.

 

Sejak awal lomba Agus langsung memimpin dana secara konsisten berusaha meninggalkan lawan-lawannya di belakang dan masuk finish dnegan catatan waktu 28;41.56 detik. Dalam lomba yang mengambil lintasan di National Stadium sebanyak 25 putaran tersebut, Nguyen malah tercecer di posisi keenam.  Sementara posisi kedua dan ketiga nomor 10.000 meter dikuasai pelari Thailand Srisung Boonthung (30;05.22) dan pelari Myanmar San Naing (30;26.23).  “Tapi, catatan waktu saya kali ini, bukan  waktu yang terbaik saya, karena waktu terbaik saya 29;25.00,” ujar Agus. 

 

Catatan waktu terbaik justru diperoleh Maria Londa. Gadis asal Bali berusia 24 tahun ini malah berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri. Maria mencatat lompatan sejauh 6,70 meter atau lebih baik daripada rekornas sebelumnya yang dibuatnya di ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan yaitu 6,55 M. “Tapi saya belum bisa memecahkan rekor SEA Games, 6,71 M,” ujar Maria Londa.


Triyaningsih yang meraih dua medali emas di nomor 5000 m dan 10000 meter. (Gatra/Jongki) Menurut Maria, hasil yang didapatnya dipersembahkan bagi seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan support kepadanya selama ini, dan kepada orang tua serta pelatihnya Ketut Pageh, yang akan berulang tahun pada tanggal 29 Juni mendatang. Maria juga mengatakan pada saat memenangi lompat jangkit, ia sebenarnya dalam kondisi kesakitan akibat luka lama di kakinya kambuh lagi. Namun, rasa sakit itu ia tahan, dan sengaja tidak ditunjukan agar lawannya yang merupakan saingan terdekat baik di SEA Games kali ini, maupun di Asian Games Inchon, Korea Selatan, 2014 lalu Hue Hoa Tran.    

 

Hal sama dikatakan pelatih Maria Londa, Ketut Pageh. Menurut Ketut, untuk menghilangkan rasa sakit, Pageh terus memompa semangat dan motivasi Maria untuk berjuang habis-habisan. Hingga, Maria pun melupakan rasa sakitnya. “Dia (Maria) bahkan bilang, saat lompat udah gak ‘merasakan’ kakinya lagi, “ ujar Pageh.   

 

Pada SEA Games kali ini, Atletik Indonesia mengirim 23 atlet terbaiknya ke ajang SEA Games 2015 Singapura.

 

Total perolehan medali emas Cabang Atletik

                                       Emas          Perak             Perunggu

  1.  Thailand               17                13                    9
  2. Vietnam               11                15                     8
  3. Indonesia              7                  4                     4
  4. Filipina                  5                  7                     9
  5. Singapura              3                 3                     3
  6. Malaysia                3                 2                     9
  7. Myanmar                                  2                     4

Reporter: Hendri Firzani

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
12-06-2015 20:06