Main Menu

Tim Atletik Indonesia Raih Hasil Maksimal di Singapura

Wanto
04-05-2016 08:35

Singapura, GATRAnews - Tim atletik Indonesia berhasil menjaga dominasinya di kejuaraan Atletik Singapore Open 2016 dengan mengoleksi sembilan medali emas, empat perak, dan dua perunggu. Tim yang dimenejeri pelatih Kikin Ruhuddin tersebut berisikan atlet – atlet senior yang diproyeksikan untuk ikut dalam SEA Games 2017 mendatang. Dengan hasil ini semakin meyakinkan Indonesia untuk mendapatkan hasil maksimal pada event terbesar di Asia Tenggara itu.

"Ini menunjukan jalannya pelatnas selama ini cukup baik," ujar Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung, melalui keterangan tertulisnya yang diterima GATRAnews.

Padahal, sejak awal PB PASI tidak menargetkan banyak hal di ajang yang diikuti 17 negara ini. Menurut Tigor Tanjung, Singapore open menjadi ajang uji coba dan evaluasi atas kemajuan atlet-atlet senior serta ujicoba bagi beberapa atlet muda sebagai pelapis untuk sasaran jangka panjang yaitu Asian Games 2018.

Sprinter Iswandi yang menjuarai nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 10.4 detik, misalnya. Telah memberi harapan Indonesia merebut medali emas SEA Games 2017.

Begitu pula saat turun di nomor estafet 4 x 100 meter, Iswandi bersama Fadlin, Yaspi Boby, Dwi Nugroho berhasil mengalahkan saingan terberatnya yaitu tim Thailand sekaligus memecahkan rekor nasional dari 39.32 detik menjadi 39.28 detik. Meski penajaman rekor ini belum menjamin lolosnya kwartet ini ke Olimpiade karena limit waktu untuk lolos olimpiade yaitu 38.50 detik.

Sedangkan, juara Asian Games Korea 2014 dan SEA Games Singapura 2015, Maria Londa mampu meraih medali perunggu. Atlet lompat jauh putri asal Bali yang telah lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro, 2016 ini mampu melompat sejauh 6,34 m atau jauh di bawah catatan terbaiknya yaitu 6,7 m.

"Tapi, kami dapat memakluminya mengingat dia belum 100 persen pulih dari cederanya," tambahnya.

Hasil yang menggembirakan justru ditorehkan oleh pelompat tinggi putri belia Nadia Anggraini di nomor Lompat tinggi. Atlet asal DKI pemegang rekor nasional yunior ini sukses merebut medali emas dan sekaligus memecahkan rekor nasional senior lompat Tinggi.

Nadia memecahkan rekor nasional milik Nini Patriona 1.77 meter yang telah bertahan selama 27 tahun  menjadi 1.79 meter. Namun, untuk bisa bersaing di SEA Games 2017 mendatang, Nadia harus berlatih lebih keras karena saingan-saingannya sudah melompat di atas 1.90 meter.

Rini Budiarti yang kali ini diturunkan di  nomor 5000 meter, juga berhasil mememenangkan medali emas. Keputusan ini merupakan antisipasi menghadapi persaingan yang semakin ketat di nomor spesialisasi Rini yaitu 3000 meter steeple chase.

Atlet lempar lembing putra M. Hafiz untuk pertama kalinya memenangkan medali emas dalam kompetisi internasional dengan lemparan 69.52 meter. "Kita harapkan dia dapat mengulang kejayaan Indonesia dalam nomor ini di SEA Games seperti pada era Frans Mahuse dan Freddy Mahuse," jelasnya.

Dalam event Singapore Open ini, PB PASI memberangkatkan 24 atlet nasional putra dan putri dan 9 orang pelatih serta official. Indonesia sendiri selain diwakili atlet-atlet pelatnas, juga akan diwakili oleh sejumlah atlet daerah.

Karena sifatnya yang Open (terbuka) maka sejumlah daerah berkesempatan mengirimkan atletnya untuk berlomba di Singapore Open. Daerah tersebut yakni Bangka Belitung yang mengirim 3 atlet terbaiknya, Jawa Tengah (7 atlet) dan Jawa Timur (11 atlet).



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
04-05-2016 08:35