Main Menu

PASI: Banyak Pelatih Atletik yang Tak Efektif

didi
03-04-2013 16:32

Lars Riedel (REUTERS/Kai Pfaffenbach)Jakarta, GATRAnews - Kepelatihan di bidang olahraga atletik dinilai banyak yang tidak efektif. Padahal, setiap tahunnya diadakan pengiriman pelatih atletik ke luar negeri yakni ke Mainz, Jerman. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyatakan hal tersebut karena beberapa faktor.

"Pengiriman atlet dan pelatih ke Jerman, sebenarnya dimaksudkan untuk menggembleng pelatih itu sendiri. Namun pada kenyataannya begitu kembali ke Indonesia, pelatih tersebut tidak bisa melakukan seperti apa yang diharapkan untuk mampu melatih dan efektif mengembangkan atletik," kata Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung dalam Seminar Olahraga di Gedung Rektorat Universitas Negeri Jakarta, di Jakarta, Rabu (3/4).

Dia menjelaskan, salah satu tujuan pengiriman pelatih ke Jerman adalah untuk menambah knowledge kepada pelatih. Dan Jerman sendiri sebenarnya memberikan timbal balik yang cukup baik, dengan mengirimkan orang yang sudah expert ke Tanah Air. "Seperti saat Jerman mengirim Lars Riedl beberapa waktu lalu," katanya.

Sementara itu, berbicara di tempat yang sama, Bodo Schmidt, mantan presiden Deutscher Leichtatletik Verband (DLV/Persatuan Atletik Jerman) menyebutkan, masalah kepelatihan seperti ini juga terjadi di negaranya. Menurut mantan atlet atletik profesional ini, masalah utama dari ketidakefektifan pelatih ini adalah motivasi dan dedikasi dari si pelatih.

Dia juga menilai, di Indonesia sendiri masalah dedikasi seringkali terganjal pada penghasilan pelatih yang minim sehingga motivasi melatihpun menjadi tidak ada. Namun di sisi lain, jika pemerintah sendiri menggelontorkan banyak uang mengenai hal ini, belum tentu juga output atau hasilnya akan memuaskan.

"Untuk itu, kita harus bersama-sama kita me-manage problem tersebut. Efektifitas kepelatihan memang banyak kendala. Tinggal bagaimana induk olahraga bekerja sama dengan pemerintah," ujarnya.

Untuk diketahui, PB PASI bekerjasama dengan DLV telah berlangsung sejak tahun 1971 atau lebih dari 30 tahun yang lalu. Dalam kurun waktu tersebut, sudah banyak program yang dilaksanakan di mana PB PASI beberapa kali mengirimkan rombongan atlet berlatih di Jerman, setiap tahun minimal satu orang pelatih berkesempatan belajar di Mainz termasuk penyediaan peralatan dari Jerman yang digunakan oleh Pelatnas PB PASI. (*/DKu) {jcomments on}

didi
03-04-2013 16:32