Main Menu

Jelang Asian Games 2018, PB PASI Gelar Kejurnas Atletik

Hendri Firzani
06-12-2017 09:44

Ilustrasi. (Antara/Wahyu Putro A./AK9)

Artikel Terkait





Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik kembali digelar PB PASI. Kejurnas ini akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 6 Desember-9 Desember 2017 di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur. Ajang tahunan yang digelar sebagai penutup rangkaian kejuaraan atletik ini bakal diikuti 566 atlet terbaik dari 30 propinsi.

 

“Sampai saat ini, hanya Papua, Papua Barat, Gorontalo, Kalimantan Utara dan Bengkulu yang tidak mengirimkan utusannya ke Jakarta,” ujar ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Dwi Priyono.

Menurut Dwi, kelima propinsi tersebut menyatakan ketidaksiapannya untuk mengikuti kejurnas dengan berbagai alasan. “Seperti Gorontalo, tidak ikut karena atlet-atletnya baru turun di kejuaraan PPLP di Papua, beberapa waktu lalu,” ujar Dwi Priyono.

Untuk kejurnas kali ini, beberapa daerah sudah menyatakan kesiapanya untuk bersaing. Wakil ketua pengprov Jatim Edy Mintarto  menargetkan tim atletik Jawa Timur bisa meraih minimal 6 medali emas dari  47 medali emas yang diperebutkan dalam kejurnas kali ini. Namun, Edy tidak menargetkan timnya meraih gelar juara umum.

Menurutnya, tim atletik Jatim kali ini banyak diisi para atlet senior yang secara prestasi justru mulai menurun. Ia mengacu pada hasil Pekan olahraga Nasional (PON) 2016 lalu, dimana tim DKI yang menjadi juara umum. “Pembinaan (Daerah lain) sudah mulai merata,” ujar Edy yang ditemui di sela-sela pelaksanaan rapat Anggota PASI, rabu, (6/12) di gedung IKPT, Jakarta Selatan.

Meski begitu, ia menyatakan bahwa proses regenerasi sebenarnya sudah berjalan baik di Jatim. Bahkan, pengprov PASI Jatim melaksanakan kegiatan pra-pelatnas dengan melakukan pelatihan secara intensif kepad alebih dari 30 atlet remaja dan pra-remaja di Surabaya. “Ini bisa dilihat dari hasil kejurnas remaja-dan pra remaja, atlet-atlet Jatim berhasil menjadi juara,” tambah Edy.  

Hanya saja, menurut Edy, memang ada kesenjangan antara prestasi atlet senior dengan remaja. Proses regenerasi belum berjalan baik karena ada perbedaan visi antara Pengprov PASI Jatim dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menurut Edy, pengprov Jatim sebenarnya telah memiliki atlet-atlet pelapis kedua, di level yunior dan remaja, namun para atlet ini jarang diturunkan ke ajang nasional. Koni Jatim menurutnya, tetap menurunkan atlet-atlet senior dengan target meraih medali. Akibatnya, proses penempaan atlet muda dalam situasi kompetisi malah terabaikan. 


Ia mencontohkan atlet yunior nasional Ifan Anugerah, yang telah turun dalam berbagai event internasional, justru belum dimasukan dalam pemusatan latihan daerah (puslatda) yang dikelola KONI Jatim. “Hal itu yang kami sayangkan, dan kami berharap ada baiknya koni Jatim membuka diri, kita bisa berkolaborasi dalam pembinaan, namun penentuan atlet diserahkan ke pengprov PASI Jatim,” ujar Edy.




Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
06-12-2017 09:44